Rakuten Ingin Bantu Pasarkan Produk Papua

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyedia jasa e-commerce atau belanja online, Rakuten, berencana mendorong distribusi produk bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil. Proyek yang diberi nama HOPE ini dimulai pada November mendatang, untuk wilayah Wamena, Papua. Perusahaan pun menggandeng perusahaan logistik, Caraka Grup.

    Program tersebut diharapkan dapat meminimalkan pengeluaran warga Wamena. Sebab di wilayah tersebut, terdapat perbedaan harga barang yang sangat tinggi dibandingkan dengan kota lain di Indonesia.

    Rentang perbedaan harga barang di Wamena antara 50 hingga 129 persen. Hal tersebut dikarenakan tingginya biaya akses geografis.

    "Kami ingin lebih mensejahterakan warga lokal," kata Presiden Direktur and Chief Executive Officer Rakuten Indonesia, Ryota Inaba, di Jakarta, Jumat 13 September 2013.

    Selain membantu meminimalkan pengeluaran, program ini juga bertujuan membantu masyarakat untuk memasarkan produknya, sehingga bisa dipasarkan hingga ke luar Wamena. "Selama ini masyarakat Wamena menjual produknya terbatas di pasar tradisional," ujar Inaba.

    Mengenai mekanisme pembayaran, kini dapat dilakukan melalui debit Bank Mandiri. Sebelumnya, pembelian barang lewat Rakuten dilakukan lewat kartu kredit Master Card, transfer rekening, dan Cash On Delivery (COD).

    Adapun CEO Caraka Group, Rocky J. Pesik, menyebutkan, pengiriman barang ke Wamena jumlahnya sangat tinggi. "Setiap harinya, pesawat kami bisa mengangkut hingga 60 ton," katanya.

    Namun, ia menyayangkan, barang yang dibawa ke luar dari wilayah Wamena jumlahnya sangat minim. Bahkan hampir tidak ada.

    Dengan adanya program HOPE, dia berharap potensi ekonomi masyarakat Papua dapat dioptimalkan. "Padahal banyak sekali kerajinan tangan dan makanan khas Papua yang dapat dipasarkan," kata Pesik

    Hingga kini, merchant yang menjual produknya di Rakuten berjumlah 500. Adapun jumlah produk yang dipasarkan mencapai 500 ribu unit.

    Direktur Rakuten, Yasunobu Hashimoto, menyebutkan, mayoritas produk yang paling banyak dibeli melalui Rakuten adalah produk non elektronik. "Terdiri dari produk fashion, kosmetik, dan makanan," kata dia.

    Meski enggan menyebutkan angka spesifiknya, namun Hashimoto menargetkan peningkatan sebanyak tiga kali lipat. "Tentunya disertai dengan penambahan jumlah customer," kata Hashimoto.

    Setelah berpisah dari MNC, Rakuten meresmikan kantor barunya di Jakarta. Perusahaan asal Jepang ini kini berkantor di Kota Casablanca, Kuningan, Jakarta Selatan.

    SATWIKA MOVEMENTI

    Terhangat:

    Harmonisasi Vicky | Penembakan Polisi | Tabrakan Anak Ahmad Dhani

    Baca Juga:
    Diduga Ratusan Model Jadi Korban Casting Bugil
    Begini Isi Surat Vicky Prasetyo di Penjara
    Pemilu Hari Ini, Jokowi Presiden di Kelas Menengah


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Pemerintah Longgarkan Aturan Memakai Masker

    Jokowi mengizinkan masyarakat lepas masker di ruang terbuka setelah melihat kondisi pandemi Covid-19 yang memenuhi nilai-nilai tertentu.