Siswa SMA Membuat Alat Pendeteksi Banjir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah rumah terendam banjir di Pucangsawit, Solo, Jawa Tengah, (31/1). Bengawan Solo dan sejumlah anak sungainya meluap sejak semalam, akibat hujan dari Jum'at siang. Foto: ANTARA/Andika Betha

    Sejumlah rumah terendam banjir di Pucangsawit, Solo, Jawa Tengah, (31/1). Bengawan Solo dan sejumlah anak sungainya meluap sejak semalam, akibat hujan dari Jum'at siang. Foto: ANTARA/Andika Betha

    TEMPO.CO, Surakarta - Penduduk di bantaran Sungai Bengawan Solo suatu ketika tak perlu buru-buru mengungsi ketika air sungai meluap dan menggenangi rumah mereka saat musim hujan. Seorang siswa SMA sudah membuat alat yang disebut “deteksi banjir sederhana” untuk memberi peringatan pada warga sebelum diterjang banjir. Perangkat ini dipresentasikan dalam lomba kreativitas dan inovasi yang diselenggarakan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Surakarta di Solo Techno Park, Kamis, 17 Oktober 2013.

    Perangkat itu berupa piring plastik bening tersambung dengan pelat besi. Di bagian atas wadah, ada kayu dengan lempengan besi yang melekat di bawahnya. Begitu pelat besi menyentuh lempengan, alarm pun berbunyi nyaring.

    Menurut pembuatnya, Chanda Pandestria, alat itu masih purwarupa (berskala kecil). “Saya belum pernah mencoba langsung di sungai,” kata siswa kelas XII SMA 4 Surakarta ini kepada Tempo. Cara kerjanya, air yang meninggi akan mengangkat piring plastik dan membuat pelat besi menyentuh lempengan dan memicu bunyi alarm. “Alarm bisa dipasang di tiap rumah penduduk di bantaran sungai.”

    Chandra terinspirasi dari pengalaman saat rumah orang tuanyanya nyaris kebanjiran pada awal 2011. “Rumah saya berjarak 1 kilometer dari tepi Sungai Bengawan Solo,” kata warga Ngebrak, Plumbon, Mojolaban, Sukoharjo ini.

    Sementara trio Dewangsa Hariyos, Ghazy Wira, dan Akta Shodiq membuat kotak multiguna. Kelompok siswa kelas II SMP 1 Surakarta ini membuat wadah berbagai benda karena saat ini ukuran rumah tergolong sempit. “Boks ini bisa untuk papan catur, meja, dan kursi,” ujar Dewangsa. Panjangnya 1,2 meter dan lebar 40 sentimeter. Tiap kotak disambungkan dengan engsel. “Mudah dibuat karena bisa dari limbah kayu,” katanya.

    Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Surakarta Agus Djoko Witiarso mengatakan lomba ini baru pertama kali digelar. “Kami ingin menampung ide kreatif dari siswa,” ujarnya. Ada 31 kelompok peserta dari berbagai sekolah di Surakarta. “Kami akan membantu pengembangan karya yang dinilai mudah diaplikasikan.”

    Menurut penanggung jawab kegiatan Henny Irmawati, ada tujuh tema karya yang dilombakan, yaitu pertanian dan pangan, energi, kesehatan obat dan kosmetika, manufaktur, kelautan dan perikanan, industri rumah tangga, dan kemasyarakatan. Akan dipilih lima pemenang dengan juara pertama mendapat uang tunai Rp 3 juta. “Titik berat penilaian pada orisinalitas karya,” kata Henny.

    UKKY PRIMARTANTYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.