Haiyan, Topan Terkuat Sepanjang Abad  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah rumah di tepi pantai rubuh diterjang angin topan Haiyan di Legazpi, propinsi Albay, Filipina, (8/11). Topan Haiyan tercatat sebagai topan terkuat yang pernah menerjang Filipina. AP/Nelson Salting

    Sebuah rumah di tepi pantai rubuh diterjang angin topan Haiyan di Legazpi, propinsi Albay, Filipina, (8/11). Topan Haiyan tercatat sebagai topan terkuat yang pernah menerjang Filipina. AP/Nelson Salting

    TEMPO.COManila – Kekuatan topan Haiyan telah mengalihkan perhatian dunia. Topan yang melanda wilayah Filipina, Vietnam, dan sebagian Cina ini telah menewaskan ribuan warga. Sementara itu, ratusan ribu lainnya harus merelakan rumah mereka hancur dihantam badai.

    Topan Haiyan disebut sebagai badai terkuat yang pernah ada. Topan Haiyan terlihat lebih kuat daripada badai Katrina yang melanda Amerika pada tahun 2005 silam. Ada yang menyebut, kekuatan maksimum Haiyan melebihi pemegang rekor sebelumnya, yakni badai Camille yang juga melanda Amerika pada tahun 1969.

    “Haiyan mungkin menjadi badai terkuat yang terjadi sekali dalam sepuluh tahun atau satu abad,” demikian pernyataan Kerry Emanuel , seorang ilmuwan iklim di Massachusetts Institute of Technology, kepada NBC News, hari ini.

    Namun, untuk membuktikan hal ini peneliti harus mengumpulkan data selama 100 tahun ke depan atau lebih. Meski demikian, para ahli telah memprediksi bahwa Haiyan bukanlah badai terkuat yang akan menghantam bumi.  Kelak, dalam beberapa dekade mendatang akan ada badai yang lebih kuat lagi. Perubahan iklim telah membuat badai menjadi begitu kuat dan dahsyat.

    ANINGTIAS JATMIKA | NBC NEWS

    Berita Terpopuler
    Adiguna Diduga Melindungi Flo  
    Adiguna di Rumah Indriani sebelum Bertemu Flo
    Diperiksa 7 Jam, Eddies Dicecar 30 Pertanyaan
    Buruh Adukan Jokowi ke PDIP  
    Adiguna Sutowo akan Diperiksa Polisi, Selasa Ini


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.