Telkom Bangun Data Center Seluas 10 Hektare

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Bandung - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) tengah merampungkan pembangunan data center di Indonesia. "Program besarnya membangun data center seluas 100 ribu meter persegi, kira-kira 10 hektare," kata Direktur Utama PT Telkom Arief Yahya di Bandung, Rabu, 5 Februari 2014.

    Menurut Arief, rencana itu menjadi bagian dari program Indonesia Digital Network yang ditargetkan tuntas pada 2015. Dia beralasan, Indonesia membutuhkan data center di dalam negeri sebagai bentuk kedaulatan tentang pengelolaan data. "Jangan sampai data-data terkait national security dan data keuangan negara ada di luar negeri," kata dia.

    Arief mengatakan, hingga 2013, pengembangan data center itu sudah menembus luasan lahan 30 ribu meter persegi yang lokasinya tersebar di dua lokasi di Jakarta, dan satu lokasi di Surabaya. Dengan infrastruktur data center seluas itu, dia mengklaim, Telkom saat ini menjadi penyedia data center terbesar di Indonesia.

    Dia mengungkapkan, tahun ini Telkom berencana mengembangkan lagi infrastruktur data center di Balikpapan yang diproyeksikan menjadi yang terluas lokasinya. Arief mengatakan lokasi itu dipilih karena terhitung lokasi yang paling stabil tanahnya di Indonesia.

    Arief mengatakan, jika data center di Balikpapan itu rampung, infrastrukturnya sudah menembus 70 ribu meter persegi. Dia tidak merinci investasi yang digelontorkan Telkom dalam membangun data center itu. "Selanjutnya akan dibangun di Batam atau Singapura," kata dia.

    Simak berita tekno lainnya di sini.

    AHMAD FIKRI

    Berita lain
    HTC One 2 Bakal Jadi Pesaing Galaxy S5 
    Ilmuwan: Hanya Ada Empat Emosi Dasar Manusia 
    Langkah Pertama Nadella Sebagai CEO Microsoft 
    Microsoft Vs Google, Siapa Lebih Unggul? 
    10 Tahun, Facebook Sudah Mengubah Hidup Anda  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.