Tri Uji Coba Teknologi LTE  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melakukan pemeriksaan alat pemancar untuk sinyal seluler pada menara BTS milik PT. Tower Bersama Infrastruktur di Jagakarsa, Lenteng Agung, Jakarta, Kamis (03/05). TEMPO/Dasril Roszandi

    Pekerja melakukan pemeriksaan alat pemancar untuk sinyal seluler pada menara BTS milik PT. Tower Bersama Infrastruktur di Jagakarsa, Lenteng Agung, Jakarta, Kamis (03/05). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Teknologi selular Long Term Evolution (LTE) semakin dilirik di Indonesia. Operator GSM PT Hutchinson 3 Indonesia sudah menggelar uji coba teknologi LTE. Teknologi yang juga disebut 4G ini dijajal di Yogyakarta dan Bali. Uji coba berlangsung selama tiga bulan sejak 1 Mei hingga 31 Juli 2014. Uji coba teknologi LTE memakai frekuensi 1.800 MHz.  

    “Kami optimis uji coba ini berjalan dengan baik," kata Manjot Mann, Presiden Direktur Tri. "Infrastruktur teknologi kami siap mengaplikasi teknologi LTE." 

    Tri mengakui bahwa ada beberapa tantangan yang harus dihadapi Tri, salah satunya adalah regulasi pemerintah berkenaan dengan spektrum. Saat ini pengaturan spektrum masih tumpang tindih. “Harapan kami, pemerintah bijak dalam menetapkan jatah spektrum,” kata Mann.

    Kementerian Kominfo memperkirakan layanan 4G ini akan mulai beroperasi secara komersial tahun ini. Pada September 2014 diperkirakan akan beroperasi TDD-LTE. Adapun untuk FDD-LTE pada Juni-Juli 2015. Keberhasilan LTE ini sangat tergantung penataan ulang spektrum GSM di 1.800 MHz dan CDMA di 850 MHz untuk versi FDD. Adapun untuk LTE versi FDD tergantung pemindahan PCS-1900 MHz yang sekarang dipakai Smart Telecom.

    Tri saat ini masih mengoperasikan layanan 2G, 3G, dan HSDPA. Mereka memiliki 33.219 pemancar atau BTS, terdiri atas 18.707 unit BTS 2G dan 14.512 BTS node B yang 70 persen, di antaranya memiliki kapasitas jaringan hingga 42 Mbps.

    B.S.

    Berita Terkait:
    Indonesia Cellular Show 2014 Digelar Besok

    Peneliti: Selfie Bisa Rusak Kesan Pertama


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.