Laptop 2 in 1 Paling Diburu di Mega Bazaar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Laptop HP Pavilion X2. Liliputing.com

    Laptop HP Pavilion X2. Liliputing.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Menurunnya popularitas laptop diperkirakan tidak mempengaruhi konsumen di pameran teknologi Mega Bazaar 2015. Produk tersebut dianggap masih memberikan manfaat, terutama sebagai penunjang produktivitas.

    “Produk yang paling banyak dicari adalah laptop yang bertransformasi ke 2-in-1,” kata General Manager Dyandra Promosindo sekaligus panitia Mega Bazaar, Ichwan Sofwan, Rabu, 4 Maret 2015.

    Penjualan laptop juga diprediksi memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap total transaksi. Mega Bazaar ditargetkan menembus transaksi senilai Rp 475 miliar.

    Tempo sempat berkunjung ke gerai Hewlett Packard (HP) yang menawarkan rangkaian laptop multifungsi. Di gerai ini, produk 2-in-1 yang paling disukai adalah seri Pavillion x2 yang dibanderol Rp 4,699 juta dan Pavillion 11 yang harganya Rp 9,9 juta. Keduanya dapat berfungsi sebagai sabak digital (tablet) jika papan ketiknya dilepas dari layar.

    “Pavillion x2 yang banyak dibeli, karena harganya tidak terlalu mahal,” kata Rifai, penjaga di gerai HP. Menurut dia, di hari pertama pameran, produk ini sudah terjual enam unit. Rifai menyebutkan, produk lain yang juga masih diincar konsumen adalah laptop konvensional HP Pavillion 10. Perangkat ini menjadi favorit karena harganya yang terjangkau, yaitu Rp 3,099 juta.

    Adapun laptop lain yang juga banyak dicari pengunjung Mega Bazaar adalah laptop untuk permainan alias gaming. Meskipun mahal, pencinta game berburu produk ini karena kemampuan grafis yang tinggi serta performa yang kencang. Untuk kategori produk tersebut, merek yang dipamerkan di Mega Bazaar adalah MSI, Asus, dan Alienware.

    Mega Bazaar 2015 mengusung tema Technology and Entertainment. Tahun ini panitia mengurangi tempat penyelenggaraannya menjadi hanya di tiga kota, yaitu Jakarta, Makassar (4-8 Maret), dan Yogyakarta (7-11 Maret). Tahun lalu, pameran dapat dijumpai di Medan, Semarang, Surabaya, dan Purwokerto.

    SATWIKA MOVEMENTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.