Menteri Arief: Gerhana Matahari Punya Magnet Wisata Tinggi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata, Arief Yahya (kiri) menyerahkan piala Penulis Terbaik Lomba Penulisan Pariwisata 2016 pada wartawan Tempo, Praga Utama pada puncak Hari Pers Nasional di Pantai Kuta, Mandalika, Nusa Tenggara Barat, 9 Februari 2015. Untuk pertama kalinya, lomba penulisan pariwisata digelar bersamaan dengan Anugerah Adinegoro. Foto: Istimewa

    Menteri Pariwisata, Arief Yahya (kiri) menyerahkan piala Penulis Terbaik Lomba Penulisan Pariwisata 2016 pada wartawan Tempo, Praga Utama pada puncak Hari Pers Nasional di Pantai Kuta, Mandalika, Nusa Tenggara Barat, 9 Februari 2015. Untuk pertama kalinya, lomba penulisan pariwisata digelar bersamaan dengan Anugerah Adinegoro. Foto: Istimewa

    TEMPO.COJakarta - Menteri Pariwisata Arie Yahya mengatakan gerhana matahari total yang terjadi pada 9 Maret memiliki magnet promosi wisata yang tinggi. Menurut dia, fenomena alam langka yang terjadi tiap 350 sekali di tempat yang sama ini dapat mendatangkan lebih dari 500 ribu wisatawan di berbagai tempat, seperti Pulau Bangka dan Belitung. "Tidak diapa-apakan saja semua hotel sudah full book," ujarnya kala berkunjung ke kantor Tempo, Kamis pekan lalu. 

    Arief mengatakan setidaknya terdapat seratus kegiatan menyambut gerhana matahari total di 12 daerah yang dilewati gerhana matahari. Di antaranya Bangka Belitung, Palembang, Palu, dan Ternate. Dari beberapa tempat tersebut, pemerintah memilih Belitung sebagai pusat wisata gerhana. "Presiden Joko Widodo akan datang ke sana," tuturnya.

    Hal itu bukan tanpa alasan. Selain untuk wisata gerhana, Arief menjelaskan, Belitung menjadi salah satu dari sepuluh destinasi wisata yang sedang dikembangkan pemerintah. Dengan bangga dia menyatakan, "Belitung akan menjadi “Bali” baru." Kawasan lainnya adalah Danau Toba; Pantai Tanjung Lesung, Banten; Kepulauan Seribu, Jakarta; Candi Borobudur, Jawa Tengah; Pantai Mandalika dan Pulau Komodo, NTT; Taman Nasional Wakatobi, Sulawesi Selatan; dan Morotai di Papua.

    Pada momen gerhana matahari total, Arief menargetkan kunjungan lebih dari 100 ribu wisatawan mancanegara dan 5 juta turis lokal. Angka tersebut, menurut perhitungan dia, sangat masuk akal jika berkaca pada gelaran Tour de Singkarak yang mampu mendatangkan lebih dari 500 ribu pengunjung. "Sekalipun saat itu ada bencana asap," ujarnya. 

    Mantan Direktur Utama PT Telkomsel ini memastikan bahwa momen gerhana matahari total harus dimanfaatkan dengan baik. "Sebab, ini juga yang akan menaikkan nilai Indonesia di mata dunia," katanya. 

    Fenomena gerhana matahari total akan melewati beberapa daerah di Indonesia pada 9 Maret mendatang. Salah satunya Bangka Belitung. Di Bangka, gerhana total akan terjadi pada pukul 07.21 WIB dan terjadi selama 2 menit 8 detik. Sedangkan di Belitung, gerhana akan terjadi selama 2 menit 10 detik pada 07.22 WIB. 

    ARKHELAUS WISNU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.