Rabu, 26 September 2018

5 Tren Teknologi yang Mempengaruhi Konsumen di 2017

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tren teknologi yang mempengaruhi konsumen di 2017 menurut perusahaan riset GfK. Kredit: GfK

    Tren teknologi yang mempengaruhi konsumen di 2017 menurut perusahaan riset GfK. Kredit: GfK

    TEMPO.CO, Jakarta - Laporan terbaru Tech Trends oleh perusahaan periset pasar GfK menyoroti lima tren teknologi kunci yang berpotensi untuk memberikan dampak yang signifikan pada kehidupan konsumen tahun ini.

    Baca: 10 Tren Teknologi Penguasa CES 2017

    “Kami mengamati dari lima tren teridentifikasi, pembayaran melalui ponsel, rumah pintar dan wearables memiliki daya tarik yang signifikan di Asia Tenggara,” kata Karthik Venkatakrishnan, Direktur Regional GfK Asia, Jumat 19 Mei 2017.

    “Menyadari bahwa teknologi-teknologi tersebut mendorong tren dan dengan konsumen kini yang semakin terhubung secara digital, sangat penting bagi brand untuk sepenuhnya mengerti proses belanja para pembeli, channel-channel yang menghubungkan merek dengan konsumen dan pengalaman penggunaan teknologi untuk memenangkan konsumen secara efektif,” tambahnya.

    Kelima tren tersebut adalah:

    1. Pembayaran melalui ponsel

    Pembayaran melaui ponsel tengah membuat terobosan besar di Asia Tenggara, seiring dengan aplikasi belanja yang semakin populer. Di Singapura, terdapat 30.000 titik ritel yang menerima pembayaran non-tunai, seperti Apple Pay, Android dan Samsung Pay. Sementara di Indonesia, negara dengan populasi terpadat di Asia Tenggara dengan 250 juta penduduk, sebagian besar penyedia ritel tradisionalnya kini tengah menerapkan wadah e-commerce mereka sendiri.

    Sebuah studi GFK, The Connected Asian Consumer, melaporkan bahwa konsumen di Singapura dan Indonesia cukup sering menggunakan aplikasi-aplikasi belanja online (masing-masing mencapai 37 dan 35 persen) sementara aplikasi tersebut paling banyak digunakan di India (54 persen) dan Tiongkok (48 persen) dengan hampir setengah dari populasi menggunakan aplikasi online lebih dari 1 kali dalam seminggu.

    2. Rumah pintar (smart home)

    Selain TV pintar, terdapat juga penyerapan positif secara global untuk AC digital yang terhubung dengan WIFI, dengan penjualan global mencapai US$ 42 juta di 2016. Di Asia, utamanya adalah Taiwan, diikuti oleh Australia, Selandia Baru, sementara Thailand dan Vietnam juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup besar.

    Tiongkok, dengan meledaknya kelas menengah dan ekosistem manufaktur dan teknologi yang kuat akan memimpin dalam adopsi masal atas rumah pintar ini. Jepang adalah pemain kuat yang kedua karena bukan hanya sudah terhitung sebagai salah salah satu dari lima pasar global terkemuka, namun juga mempunyai populasi menua yang akan mendorong berkembangnya solusi kesehatan dan kesejahteraan pintar.

    Selain dua pasar utama tersebut, Korea Selatan, Taiwan dan Singapura juga diperkirakan akan berkontribusi besar pada pertumbuhan rumah pintar dengan besarnya proporsi rumah tangga berpendapatan tinggi dan konektivitas data pada negara-negara tersebut.

    3. Produk teknologi yang dapat ditempelkan pada tubuh manusia (wearable)

    Dalam sebuah studi oleh GfK di 16 negara, sepertiga (33 persen) dari responden mengatakan bahwa mereka melacak atau memonitor kesehatan atau kebugaran mereka melalui aplikasi online atau mobile seperti gelang fitness atau jam pintar. Tiongkok memimpin tren ini dengan 45 persen, diikuti oleh 29 persen di Amerika Serikat dan Brasil, 28 persen di Jerman dan 26 persen di Prancis.

    Pasar perangkat wearables ini memperlihatkan pertumbuhan sehat dua digit dengan peningkatan sebesar 45 persen yang mencapai volume penjualan sebanyak 13 juta perangkat dari Januari hingga Desember 2016.

    4. Realitas maya dan realitas tertambah (Virtual dan augmented reality – VR/AR)

    (Virtual dan augmented reality – VR/AR) akan mulai tumbuh di industri ritel dan industri lainnya seiring kesadaran para pelaku bisnis atas kemampuan teknologi tersebut.

    5. Kendaraan pintar (Automomous vehicles)

    Kendaraan pintar (Automomous vehicles) sudah mulai diadopsi pasar secara massal.

    ERWIN Z


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Karen Agustiawan Ditahan Karena Akuisisi Pertamina di Blok BMG

    Kejaksaan Agung menahan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan terkait kasus dugaan korupsi investigasi Pertamina berupa akuisisi aset BMG.