Serangan Ransomware Petya, Ini Imbauan Lembaga Sandi Negara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petya Ransomware. (Foto: thehackernews.com)

    Petya Ransomware. (Foto: thehackernews.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Sandi Negara, melalui akun Twitter resminya, angkat suara soal serangan ransomware Petya. Dalam dua hari ini, ransomware Petya sedang menyerang sejumlah negara di dunia. Virus ini dikabarkan dapat melumpukan sistem perbankan, jaringan listrik, dan jaringan komunikasi.

    "Ransomware Petya dikabarkan telah menyebar begitu cepat dan menginfeksi pengguna komputer di Eropa, seperti Rusia, Denmark, Ukraina, Spanyol, Prancis, Inggris, dan India," tulis akun resmi @Lemsaneg_RI, Rabu, 28 Juni 2017.

    Baca: Berita Teknologi Terbaru: Serangan Hacker Pakai Ransomware Petya

    Lembaga Sandi Negara memberikan imbauan untuk menghindari serangan ransomware Petya:

    1. Ransomware Petya membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk menginfeksi komputer. Komputer seperti melakukan proses checking disk (CHKDSK), padahal saat inilah Petya mengenkripsi hard drive. Jika hal itu sudah terjadi, diimbau untuk segera matikan komputer Anda. Jangan lupa mengambil file-file penting dari komputer dengan LiveCD.

    Baca: Flashpoint Temukan Kaitan Ransomware WannaCry dan Cina Selatan

    2. Ransomware Petya memanfaatkan celah pada Microsoft SMBv1. Pencegahannya dapat dilakukan dengan menginstal patch MS17-010 dan menonaktifkan fungsi SMBv1. Selain itu juga disarankan mengupdate signature antivirus. Karena beberapa produk antivirus dilaporkan telah dapat mengidentifikasi Petya.

    Baca: 5 Alasan WannaCry Termasuk Ransomware Dasar

    3. Bagi admin sistem, diimbau agar jaringan network diperbarui. Kemudian pantau port service 139/445 firewall. Pencegahan dapat dilakukan dengan mematikan service jika terdapat aktivitas mencurigakan.

    Baca: Korea Utara Bantah Dalangi Serangan Ransomware WannaCry

    Simak perkembangan berita serangan ransomware Petya di kanal Tekno Tempo.co.

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.