Ilmuwan: Nada Lenguhan Petenis Bisa Jadi Alat Prediksi Hasil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis Rusia Maria Sharapova mengembalikan bola saat melawan petenis AS Christina Mchale dalam turnamen tenis Italia Terbuka di Foro Italico, Roma, 15 Mei 2017. Ini merupakan aksi Maria yang kesembilan kali di Roma Masters. AP Photo/Andrew Medichini

    Petenis Rusia Maria Sharapova mengembalikan bola saat melawan petenis AS Christina Mchale dalam turnamen tenis Italia Terbuka di Foro Italico, Roma, 15 Mei 2017. Ini merupakan aksi Maria yang kesembilan kali di Roma Masters. AP Photo/Andrew Medichini

    TEMPO.CO, Jakarta - Seruan atau suara lenguhan yang dikeluarkan seorang petenis ketika memukul bola bisa menjadi alat untuk memprediksi hasil pertandingan. Itulah hasil penelitian para psikolog dari University of Sussex yang diprakarsai oleh Jordan Raine, peneliti doktoral dan kapten tenis di universitas, Professor David Reby, dan Dr Kasia Pisanski yang merupakan ahli komunikasi mamamalia.

    Lewat penelitian yang diterbitkan di dalam jurnal Animal Behaviour terungkap, seruan yang dikeluarkan seorang petenis dalam pertandingan dimana ia kalah lebih memekik dibanding seruan dalam pertandingan dimana ia menang.

    Penelitian 50 pertandingan dari 30 petenis ternama di dunia, para peneliti meneliti pukulan servis, backhand dan forehand dan merekam kapan seruan dikeluarkan dalam suatu tahap tertentu dalam pertandingan. Nada, atau Fundamental Frequency (F0), dari pekikan meninggi seiring jalannya pertandingan dan hasil dari pertandingan bisa diperkirakan sebelum pertandingan selesai.

    “Ini menandakan bahwa pergerakan nada tidak disebabkan oleh perubahan jangka pendek dari dominasi papan skor, tapi itu merefleksikan faktor-faktor fisiologikal atau psikologikal jangka panjang bahkan sebelum pertandingan berakhir. Faktor-faktor tersebut bisa meliputi pertemuan-pertemuan sebelumnya, kondisi tubuh, posisi dunia, rasa lelah atau cedera,” kata Raine.

    ADVERTISEMENT

    Hal lain dalam laporan ini adalah penilaian bahwa perbedaan nada ini bisa dilihat untuk memprediksi hasil pertandingan tenis tanpa harus ada analisis mendalam seperti yang Raine, Reby, dan Pisanski lakukan.

    SCIENCE DAILY | STANLEY WIDIANTO | NS


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.