Ini Tips Melihat Gerhana Bulan dari Peneliti LAPAN

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto kolase fase gerhana bulan sebagian yaitu awal gerhana (kiri), puncak gerhana (tengah) dan akhir gerhana (ketiga kanan) yang terpantau dari Kota Gianyar, Bali, 8 Agustus 2017. ANTARA/Nyoman Budhiana

    Foto kolase fase gerhana bulan sebagian yaitu awal gerhana (kiri), puncak gerhana (tengah) dan akhir gerhana (ketiga kanan) yang terpantau dari Kota Gianyar, Bali, 8 Agustus 2017. ANTARA/Nyoman Budhiana

    TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Rhorom Priyatikanto memberikan tips melihat gerhana bulan yang akan terjadi akhir bulan ini. Hal pertama yang harus dipenuhi adalah Anda harus berada di tempat dengan latar depan (forground) yang bagus.

    "Cari tempat dengan foreground bagus. Kalau dapat tempat yang cerah, bisa dimanfaatkan untuk berfoto karena pasti indah," ujar dia saat dihubungi melalui pesan singkat, Rabu, 24 Januari 2018.

    Baca: Ini Lokasi Melihat Supermoon dan Gerhana Bulan Agar Instagramable

    Menurut catatan NASA, gerhana bulan total akan terjadi pada 31 Januari 2018. Fenomena langka ini terjadi karena bulan dan bumi pada posisi terdekat dalam orbit tunggal, yang akan muncul dengan diameter sekitar 7 persen lebih besar dan 14 persen lebih terang daripada biasanya. Hal ini menjadi yang pertama kali dalam kurun waktu 150 tahun.

    Saat ini, kata Rhorom, langit Indonesia sering mendung dan di mana saja kemungkinan akan mendung. Hal itu membuat pengamatan GBT bisa terkendala dan untung-untungan. LAPAN tidak melakukan penelitian khusu terkait dengan fenomena GBT ini.

    "Karena fenomena gerhana tidak terlalu menyisakan pertanyaan ilmiah. Namun, kami hanya akan melakukan pengamatan publik di beberapa kantor Lapan seperti di Bandung, Sumedang dan Garut," kata Rhorom.

    Baca: Inilah 4 Mitos Soal Gerhana Bulan dan Matahari

    Peristiwa ini sudah diperhitungkan berdasarkan karakter orbit bulan dan bumi. Saat ini, menurut Rhorom, bulan berada di posisi terdekat dengan bumi dan berdekatan pada titik simpul orbit bumi dan bulan

    "Jadi sepaket GBT dan supermoon, ditambah lagi ini terjadi saat purnama kedua di bulan Januari," ujar Rhorom. "Lengkap sudah perpaduannya sehingga menjadi peristiwa langka, 150 tahun telah berlalu sejak kejadian terakhir."

    Baca: Saat Anies Baswedan dan NASA Menyambut Gerhana Bulan

    Simak tips melihat gerhana bulan lainnya dan kabar terbaru dari LAPAN hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.