Minggu, 16 Desember 2018

Ini Teori Terakhir Sebelum Stephen Hawking Meninggal Dunia

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stephen Hawking tiba di pemutaran perdana film

    Stephen Hawking tiba di pemutaran perdana film "The Theory of Everything" di London tengah, Inggris, 9 Desember 2014. Sebelum tutup usia, Hawking diketahui telah mengidap penyakit motor neuron sejak tahun 1963. REUTERS/Andrew Winning

    TEMPO.CO, Cambridgeshire - Stephen Hawking meninggal dunia di rumahnya di Cambridgshire, Inggris, Rabu, 14 Maret 2018, pagi hari waktu setempat. Putra-putrinya mengkonfirmasi wafatnya astrofisikawan terkemuka berumur 76 tahun itu.

    "Kami berduka karena kehilangan ayah yang amat kami cintai," kata Lucy, Robert, dan Tim, anak-anak mendiang Hawking, seperti dilansir laman The Guardian, Rabu, 14 Maret 2018.

    Baca juga: Stephen Hawking Meninggal, Astrofisikawan Indonesia Ini Berduka

    Stephen Hawking, di kota New York, 2016. Hawking dikenal sebagai penemu teori Big Bang dan Black Hole, dari bukunya The Biref History of Time. Getty Images/Bryan Bedder

    Sepuluh hari sebelum wafat, fisikawan terkemuka ini memiliki sebuah jawaban atas apa yang terjadi sebelum Big Bang. Saat Big Bang, semua materi di alam semesta terhampar menjadi titik materi yang sangat panas dan tak terbatas. Jawaban dari Hawking dia berikan dalam sebuah wawancara dengan rekan sejawatnya yang hampir sama terkenalnya, Neil deGrasse Tyson.

    Hawking membahas gagasan ini dan yang lainnya di seri final acara TV "StarTalk" milik Tyson, yang ditayangkan Minggu, 4 Maret 2018. Jawaban Hawking untuk pertanyaan "Apa yang ada di sana sebelum Big Bang" bersandar pada teori yang dikenal sebagai "proposal tanpa batas".

    "Kondisi batas alam semesta adalah tidak memiliki batas," kata Hawking kepada Tyson, menurut Popular Science. Untuk memahami teorinya dengan lebih baik, ambil remote universal Anda (yaitu remote yang mengendalikan alam semesta), dan tekan Rewind.

    Baca juga: Stephen Hawking Meninggal, Ini Pesan Terakhir Kepada Anak-anaknya

    Buku The Grand Design (2010) karangan Stephen Hawking. (amazon.com)

    Seperti yang diketahui ilmuwan sekarang, alam semesta terus berkembang. Saat Anda bergerak mundur dalam waktu, maka alam semesta berkontraksi. Rewind cukup jauh (sekitar 13,8 miliar tahun), dan seluruh alam semesta menyusut seukuran satu atom tunggal, kata Hawking. Bola subatomik ini dikenal sebagai singularitas. (jangan dikelirukan dengan singularitas teknologi di mana kecerdasan buatan akan menyalip manusia).

    Di dalam titik api dan energi kecil yang sangat kecil dan padat ini, hukum fisika dan waktu berhenti berfungsi. Dengan kata lain, waktu yang kita pahami sama sekali tidak ada sebelum alam semesta mulai berkembang. Sebaliknya, panah waktu menyusut tak terbatas karena alam semesta menjadi lebih kecil dan lebih kecil, tidak pernah mencapai titik awal yang jelas.

    Menurut TechTimes, Hawking mengatakan selama pertunjukan bahwa sebelum Big Bang, waktu telah ditekuk. "Itu mendekati nol, tetapi tidak menjadi nol," menurut artikel tersebut. Intinya, "tidak pernah ada Big Bang yang menghasilkan sesuatu dari nol. Itu dari sudut pandang manusia."

    Baca juga: Stephen Hawking: Surga Itu Tak Ada

    Fisikawan Stephen Hawking membahas sebuah pertemuan publik di Cape Town 11 Mei 2008. Meski menderita penyakit, Hawking tetap melanjutkan studinya di Cambridge University dan mengantarkannya sebagai salah satu fisikawan paling berpengaruh sejak masa Albert Einstein. REUTERS/Mike Hutchings

    Dalam sebuah ceramah tentang proposal tanpa batas, Hawking menulis: "Peristiwa sebelum Big Bang tidak didefinisikan secara pasti, karena tidak mungkin seseorang mengukur apa yang terjadi pada saat itu. Karena peristiwa sebelum Big Bang tidak memiliki konsekuensi pengamatan, seseorang mungkin memotongnya dari teori itu, dan mengatakan bahwa waktu dimulai di Big Bang."

    Ini bukan pertama kalinya Stephen Hawking membahas teori terkait Big Bang ini. Dia sebelumnya menyampaikan ceramah tentang topik tersebut dan membintangi sebuah film dokumenter gratis tentang hal itu, yang tersedia di YouTube.

    Baca juga: Stephen Hawking Sebut Kiamat Terjadi Pada...

    Buku A Brief History of Time (1988) karangan Stephen Hawking. (amazon.com)

    Simak kabar terbaru soal Stephen Hawking meninggal dunia hanya di kanal Tekno Tempo.co.

    LIVE SCIENCE | POPULAR SCIENCE | TECH TIMES | THE GUARDIAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".