Kamis, 26 April 2018

Sains: Hubungan Seksual Setelah Olahraga Bikin Lebih Bergairah

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi seks

    Ilustrasi seks

    TEMPO.CO, Jakarta - Menurut banyak studi, melakukan hubungan seksual setelah berolahraga ternyata akan lebih bergairah. Ini terjadi baik pada laki-laki atau perempuan.

    Studi yang terbit dalam jurnal Archives of Sexual Behavior berjudul "Enhanced sexual behavior in exercising men", misalnya. Studi ini menyebut laki-laki yang berolahraga 60 menit per hari mengalami peningkatan gairah seksual ketimbang laki-laki yang tidak berolahraga.

    Studi lain, yang terbit dalam Annals of Applied Sport Science berjudul "Sexual Activity before Competition and Athletic Performance: A Systematic Review", menyebut olahraga selama 20 menit sebelum berhubungan seks bisa meningkatkan gairah kaum Hawa.

    Baca juga: Ilmuwan Sebut Seks BSDM Sama dengan Meditasi, Kok Bisa?

    Kedua studi tersebut sama-sama menjelaskan, bahwa hormon dopamin dan adrenalin dalam tubuh akan meningkat dan menyebabkan seseorang lebih bergairah. Begitu pun dengan hormon testosteron, yang keluar secara alami setelah berolahraga.

    Dalam jurnal disebutkan bahwa olahraga bisa menaikkan aliran darah ke berbagai organ tubuh, termasuk organ seksual. Menurut jurnal, laki-laki bisa saja ereksi lebih keras setelah berolahraga ketimbang pada keadaan normal.

    Sementara pada perempuan, menurut jurnal yang sama, olahraga mampu meningkatkan tingkat sensitivitas terhadap sentuhan, khususnya di daerah klitoris. Ini merupakan organ seks pada vagina yang bertanggung jawab atas penerimaan rangsangan seksual. Organ ini memiliki 8.000 saraf yang membuatnya sangat sensitif.

    Baca juga: Benarkah Gairah Seks Perempuan Tinggi? Ini Jawaban Ilmiahnya

    Simak artikel menarik lainnya tentang hubungan seksual dari kacamata sains hanya di kanal Tekno Tempo.co.

    ARCHIVES OF SEXUAL BEHAVIOR | ANNALS OF APPLIED SPORT SCIENCE | JOURNAL OF SEXUAL MEDICINE


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Akan Melarang Bekas Koruptor Jadi Caleg Pemilu 2019

    Di Maret 2018, Komisi Pemilihan Umum berencana menambahkan larangan bekas koruptor menjadi anggota legislatif dalam Peraturan KPU untuk Pemilu 2019.