Senin, 23 Juli 2018

Sejarah Hari Gendut Sedunia: Kampanye Hilangkan Stigma Tambun

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita gemuk. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita gemuk. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari ini, Jumat, 13 April 2018, sedang ramai unggahan tentang Hari Gendut Sedunia di berbagai media sosial. Di global, hari ini dikenal sebagai International No Diet Day (INDD).

    Anne Fletcher, dalam bukunya Thin for Life (2003), menyebut hari INDD sebagai kampanye untuk menghilangkan stigma negatif untuk orang gemuk, sekaligus mengajak mereka untuk hidup lebih sehat.

    "Hari tersebut dirayakan untuk meningkatkan kesadaran kita tentang pentingnya menjaga pola makan. Bukan berarti gemuk itu tidak sehat," tulis Fletcher dalam bukunya. Namun, masih belum jelas hari perayaan tersebut. Ada beberapa negara merayakannya pada 13 April. Ada juga yang merayakannya pada 6 Mei dengan simbol pita biru muda.

    Baca juga: Psikolog: Remaja Putri Obesitas Lebih Gampang Stres

    INDD pertama kali dirayakan di Inggris pada 1992. Kala itu, kelompok feminis dari seluruh dunia berkumpul dan merayakan hari tersebut. Perayaan ini membuat perayaan serupa bermunculan. Lembaga International Size Acceptace Association (ISAA) dan National Organisation for Women (NOW) memproklamirkan perayaan senada.

    Hari Toleransi Berat Badan (ISAA's day) dirayakan pada 24 April, seperti dilansir dari lama ISAA. Adapun NOW mengkampanyekan Hari Cintai Tubuhmu (Love Yor Body Day) untuk mengkritik definisi kecantikan dan ketampanan yang dibentuk oleh industri fashion. "NOW menyuarakan perlawanan bahwa cantik itu langsing dan tinggi," tulis Samantha Kwan dalam bukunya Encylopedia of Women in Today's World Vol. 1 (2011).

    Baca juga: Ada Efek Melayang, yang Obesitas Dilarang Lari? Simak Kata Ahli

    Di Indonesia, saat ini sedang ramai unggahan tentang Hari Gendut Sedunia. Berikut isi unggahan tersebut:

    Selamat bagimu yg GENDUT

    ORANG GENDUT

    1). Orang gendut dosanya lebih sedikit, jarang orang gendut yg jadi maling, karena mereka sadar gampang ketangkep

    2). Orang gendut rata2 lebih kaya daripada orang kurus, lihat boss2, konglomerat, mafioso, dll. Mana ada yg kurus? Besarnya lingkar pinggang mereka menandakan tingkat kesuksesan hidup mereka

    3). Orang gendut mempunyai tingkat kebisingan yg rendah: orang kurus ketika nubruk tembok akan menghasil suara "BRAAAKKKKKK!!!" sedangkan orang gendut hanya menimbulkan suara "mmmbuugghh" lalu "tooeeenk" emoticon-Smilie "membal"

    4). Orang gendut punya suara indah: lihat penyanyi seriosa yg punya suara tenor dan sopran, rata2 endut kan? Contoh: Pavarroti.

    5). Orang gendut menyejukkan dunia: Ketika upacara ditengah terik matahari, pasti orang kurus berlindung dibalik bayangan orang gendut

    6). Orang gendut lebih disayang ortu. Liat aja balita gendut lebih disukai ketimbang yg ceking: Aduch anak capa nie, koq endut bangeet "cubit2 pipi"

    7). Orang gendut itu keren, ketika orang gendut, botak lagi, keluar dari sedan mewah, pasti langsung dikira juragan. Tapi kalo orang kurus yg keluar dari sedan mewah, "halah palingan supirnya..."

    Berbahagialah bagi yg gendut... Buat yg mau DIET, mikir dulu lah 1000 x...

    Baca juga: Ada Efek Melayang, yang Obesitas Dilarang Lari? Simak Kata Ahli

    Simak artikel menarik lainnya tentang Hari Gendut Sedunia hanya di kanal Tekno Tempo.co.

    THIN FOR LIFE (2003) | ENCYCLOPEDIA OF WOMEN IN TODAY'S WORLD (2011)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Zainul Majdi Memihak Prabowo di Pilpres 2014, Kini Memilih Jokowi

    Tuan Guru Bajang Zainul Majdi memberi dukungan pada Jokowi untuk Pemilihan Presiden 2019. Padahal ia dan dua tokoh ini sebelumnya mendukung Prabowo.