Senin, 20 Agustus 2018

Tandingi Rusia dan Cina, AS Kembangkan Rudal Hipersonik

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prototipe rudal hipersonik X-51A Waverider. Kredit: Engadget

    Prototipe rudal hipersonik X-51A Waverider. Kredit: Engadget

    TEMPO.CO, Washington - AS telah menyetujui pendanaan hampir US$ 1 miliar untuk pengembangan rudal hipersonik yang dapat terbang beberapa kali kecepatan suara. Pengembangan rudal itu agar AS dapat bersaing dengan Rusia dan Cina, sebagaimana dilaporkan Daily Mail akhir pekan ini.

    Baca: AS Gunakan Rudal Jelajah Stealth untuk Pertama Kali di Suriah

    Pentagon telah mendorong pengembangan senjata pintar bermanuver, yang dirancang untuk melampaui deteksi dan kemampuan defensif tersebut.

    Pendanaan ini menyusul peringatan berulang kali dari pejabat senior AS tentang kemajuan pesat yang dicapai oleh Cina dan Rusia. Kedua negara itu telah meluncurkan rudal hipersonik dalam beberapa bulan terakhir.

    Rusia diyakini telah mengembangkan senjata hipersonik yang disebut Zircon. Rudal jelajah Zircon terbang antara 3.800 mph (6.115kph) dan 4.600mph (7.400kph), lima hingga enam kali kecepatan suara dan menempatkan Rusia setengah dasawarsa di depan AS.

    Sementara, Cina telah mengembangkan jenis baru rudal hipersonik yang disebut DF-17. DF-17 adalah rudal balistik yang dilengkapi dengan kendaraan hipersonik (HGV), yang mampu mencapai kecepatan hingga 7.680 mil per jam (12.360 kph) atau 10 kali kecepatan suara.

    Arsenal dari senjata antarbenua ultra-cepat AS bisa dilengkapi dengan hulu ledak nuklir dengan kemampuan memberikan serangan yang menghancurkan.

    Kontrak telah diberikan kepada Lockheed Martin, yang berbasis di Bethesda, Maryland, untuk merancang dan mengembangkan rudal hipersonik yang dapat diluncurkan dari pesawat perang.

    Dalam sebuah pernyataan, Pentagon mengatakan Lockheed akan menerima hingga US$ 928 juta untuk membangun rudal non-nuklir baru yang disebut senjata serang konvensional hipersonik.

    "Kontrak ini untuk desain, pengembangan, rekayasa, integrasi sistem, pengujian, perencanaan logistik, dan dukungan integrasi pesawat dari semua elemen senjata hipersonik, konvensional, yang diluncurkan dari udara, dan senjata yang berdiri sendiri," kata pernyataan itu.

    Pada hari Kamis, Mike Griffin, wakil menteri pertahanan baru Pentagon untuk penelitian dan rekayasa, mengatakan Cina telah membangun sistem yang cukup matang untuk rudal hipersonik untuk menyerang dari ribuan kilometer (mil) jauhnya. "Dengan sistem pertahanan hari ini, kami tidak melihat hal-hal itu akan datang," kata Griffin.

    Senjata hipersonik dapat mengalahkan pertahanan anti-rudal reguler karena dirancang untuk mengubah arah dalam penerbangannya. Mereka juga tidak mengikuti busur balistik yang dapat diprediksi seperti rudal konvensional, sehingga membuat mereka lebih sulit untuk dilacak dan dicegat.

    The Sun menyebutkan Angkatan Udara AS sedang mengembangkan rudal nuklir hipersonik yang dapat melakukan perjalanan lima kali kecepatan suara menyusul kekhawatiran negara itu telah tertinggal dalam perlombaan senjata.

    Baca: Rusia Sukses Uji Rudal Penghancur Satelit Intelijen AS di Orbit

    AS telah meluncurkan prototipe rudal hipersonik X-51A Waverider  yang dapat melakukan perjalanan pada 3.300mph, tetapi senjata baru ini akan lebih maju.

    DAILY MAIL | THE SUN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Twice Konser Di Jakarta

    Twice akan mengunjungi Jakarta pada 25 Agustus 2018. Konser ini adalah pertunjukan pertama mereka di Indonesia. Berikut fakta-fakta tentang mereka.