Dijamin, 8 Spesies Langka Ini Belum Pernah Kamu Lihat

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Xuedytes Bellus. infoglitz.com

    Xuedytes Bellus. infoglitz.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Environmental Science and Forestry (ESF) merilis daftar spesies langka, salah satunya berada di Indonesia. Informasi tersebut dirilis setiap tahunnya bertepatan dengan ulang tahun seorang ahli botani abad ke-18 asal Swedia pada 23 Mei Corolus Linnaeus.

    Linnaeus juga dianggap sebagai bapak taksonomi. Karyanya pada saat itu menjadi titik awal untuk penamaan dan klasifikasi tumbuhan dan hewan secara modern.

    Sepuluh spesies ini dipilih, melalui lebih dari 18.000 kandidat spesies langka oleh para ahli dari State University of New York College of Environmental Science and Forestry. Berikut daftarnya:

    Baca juga: Video Spesies Misterius Tarantula Biru yang Langka

    1. Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis)

    Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis). wikipedia.org

    Orangutan Tapanuli merupakan salah satu dari tiga spesies orangutan yang dikenal selain orangutan Sumatera (Pongo abelii) dan orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Hanya sekitar 800 ekor orangutan Tapanuli yang hidup di habitat yang terfragmentasi dan tersebar di sekitar 1.000 kilometer persegi di bukit-bukit elevasi sedang. Dan di hutan atau sub-hutan yang berada pada 300 hingga 1.300 meter di atas permukaan laut, dengan populasi terpadat di hutan primer.

    2. Dinizia jueirana-facao

    Ini adalah spesies pohon dari hutan hujan Atlantik di negara bagian Espirito Santo, Brasil. Jenis pohon kacang-kacangan ini juga dikenal dengan Dinizia, sampai sekarang, satu spesies dengan pohon Amazon lainnya, Dinizia excelsa. Pohon ini tumbuh di ketinggian hingga 130 kaki (setara 40 meter).

    Dengan berat kira-kira 56.000 kilogram, pohon besar ini lebih kecil dari spesies saudaranya di Amazon. Meskipun ukurannya besar, jumlah pohonnya terbatas. Selama ini hanya diketahui ada 25 pohon, sekitar setengahnya berada di kawasan lindung, dan sangat terancam.

    3. The Mariana snailfish (Pseudoliparis swirei)

    The Mariana snailfish (Pseudoliparis swirei). geekwire.com

    The Mariana snailfish adalah ikan kecil berukuran seperti kecebong. Panjangnya tidak lebih dari 4 inci (atau 11,2 centimeter). Meskipun kecil, ikan itu menjadi predator dalam komunitas seukurannya. Ikan kecil itu hidup di 26.200 kaki (atau 8.000 meter) di bawah permukaan laut di Palung Mariana, palung terdalam di dunia yang terletak di Samudra Pasifik barat.

    4. Nymphister kronaueri

    Nymphister Kronaueri. livescience.com

    Spesies kumbang semut tentara ini berasal dari Kosta Rika. Kumbang jenis ini memiliki panjang sekitar 1,5 milimeter. Mereka hidup secara eksklusif di antara satu spesies semut tentara, Eciton Meksiko. Eciton menghabiskan waktu dua sampai tiga minggu untuk melakukan razia setiap hari untuk menangkap ribuan mangsa. Lalu menghabiskan dua hingga tiga minggu di satu lokasi.

    Baca juga: Satwa Langka Baru Ditemukan: Katak Hidung Babi

    5. Ancoracysta twista

    Ancoracysta twista adalah flagellate predator yang menggunakan flagella cambuk untuk melumpuhkan protista lain. Hewan ini ditemukan di akuarium tropis di Scripps Institution of Oceanography di San Diego, California. Asal geografisnya di alam liar hingga kini tidak diketahui. Ancoracysta twista telah menantang para ilmuwan untuk menentukan kerabat terdekatnya. Ini tidak cocok dengan kelompok mana pun yang merupakan garis awal organisme sel dengan nukleus (Eukariota).

    6. Epimeria quasimodo

    Epimeria Quasimod. naturalsciences.be

    Epimeria quasimodo memiliki panjang sekitar 2 inci (atau 5 centimeter). Hewan ini dijuluki si bungkuk Quasimodo--pemeran dalam roman tragedi Victor Hugo karena memiliki punggung yang memiliki punuk. Quasimodo merupakan salah satu dari 26 spesies amphipoda baru dari genus Epimeria berasal dari Samudera Selatan dengan duri berwarna hidup.

    7. Thiolava veneris

    Ini adalah spesies bakteri dari Kepulauan Canary. Ketika gunung berapi bawah laut Tagoro meletus di lepas pantai El Hierro di Kepulauan Canary pada 2011, suhu air meningkat dan oksigen menurun. Hal itu dan melepaskan sejumlah besar karbon dioksida dan hidrogen sulfida, memusnahkan banyak ekosistem laut yang ada.

    Tiga tahun kemudian, para ilmuwan menemukan T. veneris, spesies proteobakterium yang menghasilkan struktur panjang seperti rambut. Yang terdiri dari sel-sel bakteri. T. veneris membentuk tikar putih besar, memanjang hampir 2.000 meter persegi di sekitar puncak kerucut vulkanik Tagoro yang baru terbentuk pada kedalaman sekitar 430 kaki (sekitar 129-132 meter).

    Para peneliti menyimpulkan bahwa bakteri ini memiliki karakteristik yang unik, memungkinkan mereka untuk menjajah laut yang baru terbentuk. Artinya membuka jalan bagi pengembangan ekosistem tahap awal. Mereka dijuluki bakteri tikar Venus yang berserabut.

    8. Xuedytes bellus

    Xuedytes Bellus. infoglitz.com

    Xuedytes bellus merupakan spesies kumbang tanah troglobitic dari Cina. Panjangnya kurang dari setengah inci. Spesies ini ditemukan di sebuah gua di Du'an, Provinsi Guangxi. Sebagian besar Cina bagian selatan, adalah lanskap karst yang luas dan dipenuhi dengan gua. Dan dijadikan sebagai rumah bagi keragaman kumbang tanah Trechine cavernicolous (keluarga Carabidae) di dunia.

    Baca juga: Jangan Sentuh Satwa Langka Ini: Meski Cantik, tapi Mematikan

    Simak artikel menarik lainnya tentang spesies langka hanya di kanal Tekno Tempo.co.

    SCI-NEWS | ENVIRONMENTAL SCIENCE AND FORESTRY (ESF)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.