Ini Alasan Kenapa Darah Manusia Berwarna Merah

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi tes darah (Pixabay.com)

    ilustrasi tes darah (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, San Francisco - Tahukah Anda mengapa darah manusia berwarna merah? Laman Live Science, 3 Juni 2018, melaporkan bahwa darah manusia berwarna merah karena mengandung protein hemoglobin.

    Protein tersebut mengandung senyawa berwarna merah yang disebut sebagai heme, untuk membawa oksigen melalui aliran darah. Heme mengandung atom besi yang mengikat oksigen dari paru-paru menuju ke bagian tubuh lainnya.

    Baca: Malas Cek Tekanan Darah, Stroke pun Mengancam
    Baca: Ternyata, Hanya Nyamuk Betina yang Senang Mengisap Darah
    Baca: Sepsis, Penyakit Keracunan Darah yang Bisa Menyebabkan Kematian

    Bahan kimia akan memunculkan warna khusus jika dilihat dengan mata berdasarkan pada panjang gelombang cahaya yang direfleksikan. Hemoglobin yang terikat oksigen akan menyerap cahaya biru hijau, yang berarti memantulkan cahaya merah oranye ke dalam mata, menjadi tampak merah.

    Itu sebabnya mengapa darah berubah menjadi merah ceri terang ketika oksigen mengikat pada zat besi. Tanpa oksigen, darah adalah warna merah yang lebih gelap.

    Karbon monoksida, gas yang berpotensi mematikan, juga dapat mengikat heme, dengan ikatan sekitar 200 kali lebih kuat daripada oksigen. Karena karbon monoksida tidak melepaskan heme, darah akan tetap merah.

    Terkadang darah bisa terlihat biru melalui kulit. Mungkin Anda pernah mendengar bahwa darah berwarna biru di pembuluh darah kita karena ketika kembali ke paru-paru, darah itu kekurangan oksigen.

    Namun hal itu salah, darah manusia tidak berwarna biru. Warna kebiruan dari pembuluh vena hanyalah ilusi optik. Cahaya biru tidak menembus jauh ke jaringan seperti cahaya merah. Jika pembuluh darah cukup dalam, mata akan melihat lebih biru daripada cahaya merah yang dipantulkan karena serapan parsial darah dari panjang gelombang merah.

    Darah biru memang ada di tempat lain, di dunia hewan. Ini umum pada hewan seperti cumi-cumi dan kepiting tapal kuda, yang darahnya bergantung pada zat kimia disebut hemosianin, yang mengandung atom tembaga, untuk membawa oksigen.

    Dalam artikel yang diterbitkan dalam laman The Conversation, ada pula darah berwarna hijau, jernih bahkan ungu juga terlihat pada hewan lain. Masing-masing jenis darah yang berbeda ini menggunakan molekul yang berbeda untuk membawa oksigen.

    Meskipun ada pengecualian, sebagian besar darah dari hewan adalah berwarna merah. Tapi, bukan berarti sama persis dengan yang ada di pembuluh darah manusia. Ada banyak variasi kehadiran hemoglobin dalam spesies yang berbeda, yang memungkinkan para ilmuwan membedakan sampel darah dari berbagai hewan.

    LIVE SCIENCE | THE CONVERSATION


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.