Selain Rafflesia Putih, 5 Jenis Rafflesia Ini Ada di Sumatera

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bunga Rafflesia yang belum diketahui jenisnya. Antara

    Bunga Rafflesia yang belum diketahui jenisnya. Antara

    TEMPO.CO, Jakarta - Bunga Rafflesia berwarna putih telah ditemukan di kawasan hutan Kabupaten Seluma, Bengkulu, baru-baru ini. Dengan warna yang unik, bunga tersebut diduga sebagai jenis terbaru, karena bunga tersebut berwarna albino atau berbeda dari warna Rafflesia sebelumnya.

    Baca: Diduga Spesies Baru, Rafflesia Putih Mekar di Hutan Bengkulu
    Baca: Bunga Langka Rafflesia Bengkuluensis Mekar di Tepi Sungai

    Pulau Sumatera menjadi tempat tumbuhnya bunga langka dengan status dilindungi itu. Namun, tidak hanya satu jenis yang ditemukan di daerah tersebut. Tempo.co berusaha merangkum berbagai bunga Rafflesia yang ditemukan di Pulau Sumatera, berikut jenisnya:

    1. Rafflesia Arnoldii

    Bunga Rafflesia arnoldii dengan lima kelopak yang mekar di Hutan Lindung Bukit Daun Register V, Kepahiang, Bengkulu, Desember 2013 lalu. Bunga ini akan mekar sempurna dalam waktu kurang dari satu pekan. TEMPO/Iqbal Lubis

    Rafflesia arnoldi ditemukan pada 1818 di hutan tropis Bengkulu, di Pulau Sumatera, tepatnya di dekat Sungai Manna, Lubuk Tapi, Kabupaten Bengkulu Selatan. Penamaan bunga raksasa tersebut berasal dari seorang pemandu ekspedisi yang dipimpin oleh Thomas Stamford Raffles.

    Jadi penamaan bunga Rafflesia arnoldii didasarkan dari gabungan nama Thomas Stamford Raffles sebagai pemimpin ekspedisi dan Joseph Arnold sebagai penemu bunga. Bunga tersebut tidak berakar, tidak berdaun dan tidak bertangkai.

    Rafflesia Arnoldi memiliki diameter mencapai 1 meter ketika mekar dengan berat 11 kiloram. Bunga memiliki lima daun mahkota yang mengelilingi bagian mirim lubang pada gentong, dengan bintik-bintik putih yang tidak beraturan.

    Di dasar bunga terdapat bagian seperti piringan berduri, berisi benang sari atau putik. Lalat tertarik dengan bau busuk yang dikeluarkan bunga. Bunga hanya berumur sekitar satu minggu, setelah itu layu dan mati. Persentase pembuahannya sangat kecil, karena bunga jantan dan bunga betina jarang mekar bersamaan dalam satu minggu, itu pun kalau ada lalat yang datang membuahi.

    2. Rafflesia Bengkuluensis

    Rafflesia bengkuluensis yang mekar menggantung di pohon inang kawasan hutan Kabupaten Kaur, Bengkulu, Senin, 19 Januari 2018. Kredit: Antara/Noprianto

    Rafflesia bengkuluensis merupakan satu dari lima jenis bunga langka Rafflesia sp yang teridentifikasi di hutan Bengkulu. Bunga langka dan dilindungi itu beberapa waktu lalu ditemukan mekar di kawasan belukar bantaran Sungai Penangkulan di sekitar Desa Manau IX Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu.

    Rafflesia bengkuluensis adalah spesies tanaman parasit yang baru dari genus Rafflesia. Tanaman asli pulau Sumatera Indonesia ditemukan setelah penelitian ekstensif Rafflesia Arnoldi oleh Departemen Hutan Universitas Bengkulu ketika mereka melihat beberapa organisme secara signifikan lebih kecil dan akhirnya diklasifikasikan sebagai spesies yang terpisah.

    Hutan di wilayah Kabupaten Kaur merupakan habitat endemik jenis Rafflesia bengkuluensis yang diidentifikasi oleh pakar Rafflesia sp dari Universitas Kebangsaan Malaysia dan Universitas Bengkulu pada 2005.

    Selain jenis Rafflesia bengkuluensis, hutan wilayah Provinsi Bengkulu juga ditumbuhi empat jenis Rafflesia lainnya, yakni Rafflesia arnoldii, Rafflesia gadutensis, Rafflesia hasselti dan Rafflesia kemumu yang merupakan jenis terbaru Rafflesia sp.

    3. Rafflesia Gadutensis

    Rafflesia gadutensis di area hutan lindung Boven Lais, Bengkulu Utara, Januari 2018. Kredit: Antara

    Rafflesia gadutensis adalah spesies tanaman parasit dari genus Rafflesia, dan asli pulau Sumatera. Tanaman jenis ini diberi nama setelah tempat di mana pertama kali ditemukan, di Ulu Gadut, Sumatera Barat.

    Bunga juga pernah mekar sempurna di kawasan hutan lindung Boven Lais, Kabupaten Bengkulu Utara, sekitar 70 kilometer dari Kota Bengkulu.

    Hutan lindung Boven Lais merupakan habitat tiga jenis Rafflesia. Selain Raffesia gadutensis, di kawasan ini juga ditemukan Rafflesia arnoldii dan Rafflesia kemumu, jenis Rafflesia yang baru diidentifikasi di hutan Bengkulu.

    4. Rafflesia Hasseltii

    Rafflesia hasseltii. Kredit: Antara

    Rafflesia hasseltii adalah spesies tanaman parasit dari genus Rafflesia. Tanaman ini dapat ditemukan di Taman Nasional Kerinci Seblat , Sumatera.

    Bercak putih pada bunga ini cukup dominan, dan itu yang membedakan dengan jenis rafflesia lain. Pada spesies lain, bercak putih terlihat kusam dan titik-titik kecil. Kelopak bunganya berdiameter 60 cm dan berwarna merah bata.

    Bunga ini tergolong unik, karena tidak mempunyai batang dan daun, hanya mampu bertahan hidup selama tujuh hari. Padahal sampai terbentuk bunga yang sempurna, tanaman tersebut memerlukan waktu lamanya 20 bulan.

    5. Rafflesia Kemumu

    Rafflesia kemumu. Kredit: Antara

    Sama seperti empat jenis lainnya, Rafflesia kemumu merupakan keluarga dari spesies tanaman parasit dari genus Rafflesia. Tanaman ini berasal dari Pulau Sumatera.

    Rafflesia kemumu baru diidentifikasi sebagai rafflesia jenis baru pada 2017 sehingga saat ini di Provinsi Bengkulu terdapat lima jenis rafflesia yang teridentifikasi.

    Bunga langka dilindungi jenis Rafflesia kemumu mekar sempurna di kawasan hutan sekitar Desa Tebing Kaning, Kabupaten Bengkulu Utara yang berbatasan dengan kawasan Hutan Lindung Boven Lais.

    BERBAGAI SUMBER


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.