Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Wahana NASA akan Dekati Matahari, tapi Tak Meleleh: Kok Bisa?

Editor

Amri Mahbub

image-gnews
Parker Solar Probe, wahana NASA untuk misi ke matahari. (NASA)
Parker Solar Probe, wahana NASA untuk misi ke matahari. (NASA)
Iklan

TEMPO.CO, California - Wahana antariksa Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Parker Solar Probe, yang direncanakan untuk menyelidiki korona luar Matahari sudah disiapkan untuk diluncurkan pada Agustus mendatang di Cape Canaveral, Florida. Misi ini akan menjadi yang terdekat dengan matahari daripada objek buatan manusia lainnya.

Baca juga: NASA Luncurkan Misi Menyentuh Matahari pada Awal Agustus

Parker Solar Probe akan berputar mengelilingi matahari sebanyak 24 kali di dalam atmosfer matahari yang mempunyai temperature sangat tinggi, yaitu korona. Hal tersebut membuat Probe harus tahan dari panasnya matahari agar saat mendekati korona yang bahkan panasnya melebihi fotosfer.

Bagian terpenting dari alasan Parker Solar Probe tahan panas adalah teknologi perisai panas, yaitu The Thermal Protection System, yang dipakai oleh sebagian besar instrumen dari pesawat luar angkasa untuk perlindungan dari panas matahari secara tiba-tiba. Perisai panas ini akan meredam panas dan membuat pesawat tetap berada di suhu normal.

Baca juga: Belajar ke NASA, Simak Pengalaman Para Guru Ini

Perisai panas adalah lempengan dari bahan karbon yang dirancang secara teliti. Ketika suhu di bagian depan perisai mencapai 1.370 derajat Celsius, punggungnya hanya mencapai 315 derajat Celsius, dan pesawat tersebut tetap berada di suhu 30 derajat Celsius.

Instrumen pesawat luar angkasa akan juga akan didukung oleh panel surya. Namun panel-panel tersebut harus disesuaikan pengelolaannya saat terlalu dekat dengan matahari. Hal tersebut dibuat karena sel surya harus tetap dingin agar bisa berfungsi. Maka, panel pendingin pun dirancang untuk pesawat luar angkasa.

Selanjutnya, Parker Solar Probe dipastikan dapat mengurus dirinya sendiri tanpa bantuan manusia. Probe akan berada di sisi matahari tanpa kontak ke bumi jika ada hal yang salah.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Baca juga: Pesawat NASA Temukan Blok Bangunan Kimia Kehidupan di Mars

"Saya menganggap Parker sebagai pesawat luar angkasa yang mandiri," kata ilmuwan matahari dari Universitas John Hopskins, Nicola Fox, pada konferensi pers NASA, Jumat, 20 Juli 2018.

Fox melanjutkan, "Dia sangat, sangat otonom. Dia harus menjaga dirinya ketika dia berada di wilayah korona, yang mana tidak ada orang di dalam lingkaran tersebut."

Hal tersebut menjelaskan bahwa Parker Solar Probe dari NASA dapat secara otomatis menentukan kapan perlu menggeser posisinya di luar angkasa saat terlalu dekat dengan bagian dalam matahari.

Baca juga: Iker Casillas Tak Percaya NASA Pernah ke Bulan, Ini Alasannya

Simak kabar terbaru dari NASA hanya di kanal Tekno Tempo.co.

NEWSWEEK | NASA | SPACE | FARAH DIBAJ | AMB

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Awal Penyebutan Fenomena Strawberry Moon, Apa Bedanya Dengan Bulan Purnama Biasa?

27 hari lalu

Pemandangan bulan purnama di atas Sydney Harbour Bridge, Australia, 25 Juni 2021.  Berdasarkan Farmers' Almanac, sebagai bulan purnama pada Juni dan terakhir di musim semi, suku Algonquin menjadikan bulan ini sebagai waktu untuk memanen stroberi. REUTERS/Stephen Coates
Awal Penyebutan Fenomena Strawberry Moon, Apa Bedanya Dengan Bulan Purnama Biasa?

Pada 21 Juni 2024 fenomena alam munculnya Strawberry Moon. Apakah bedanya dengan bulan purnama biasa?


Data Rekam Medis Astronot Ungkap Risiko Kesehatan Terbang ke Antariksa

27 hari lalu

Komandan wanita pertama ISS di Eropa, astronot ESA Samantha Cristoforetti bersama dengan boneka Barbie yang mirip dengannya di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Inisiatif ini diselenggarakan oleh Inspiring Girls International, sebuah badan amal yang menghubungkan anak perempuan dengan panutan internasional. ESA/Handout via REUTERS
Data Rekam Medis Astronot Ungkap Risiko Kesehatan Terbang ke Antariksa

Semakin terang bagaimana terbang ke luar angkasa bisa berdampak bagi kesehatan para astronot berkat space-omics pertama ini.


Kondisi Cuaca jadi Tantangan dalam Kunjungan Malam Observatorium Bosscha

39 hari lalu

Petugas mengoperasikan teleskop atau teropong bintang di Observatorium Bosscha, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, 16 Januari 2023. Observatorium Bosscha diresmikan pada 1 Januari 1923 atas prakarsa K.A.R Bosscha bersama Nederlandsch - Indische Sterrenkundige Vereeniging (Perhimpunan Bintang Hindia Belanda). TEMPO/Prima Mulia
Kondisi Cuaca jadi Tantangan dalam Kunjungan Malam Observatorium Bosscha

Jika kondisi malam sedang cerah tanpa mendung dan hujan, tiga teleskop Observatorium Bosscha bisa untuk mengintip benda langit.


Juni Penuh Fenomena Langka di Langit, Ada Strawberry Moon Hingga Parade Planet

39 hari lalu

Bulan purnama bersinar di balik kubah masjid di Kairo, Mesir, 24 Juni 2021. Strawberry Moon merupakan Supermoon terakhir di tahun 2021. REUTERS/Amr Abdallah Dalsh
Juni Penuh Fenomena Langka di Langit, Ada Strawberry Moon Hingga Parade Planet

Banyak fenomena benda langit langka yang terjadi sepanjang Juni 2024. Catat perkiraan tanggal dan waktu berikut ini agar tidak terlewat.


Anggota Parlemen Jepang: Ancaman Keamanan UFO Tidak Bisa Diabaikan!

40 hari lalu

Penampakan sebuah bola raksasa di Pantai Enshu, Hamamatsu, Jepang, 22 Februari 2023. Beberapa pihak menduga benda itu mirip dengan sesuatu yang ada di serial kartun Dragon Ball, ada juga berpendapat bola merupakan UFO yang jatuh dari langit. Hingga ada yang berasumsi bola itu bisa saja ranjau. Twitter/@XMiS10C4M6QthSG via REUTERS
Anggota Parlemen Jepang: Ancaman Keamanan UFO Tidak Bisa Diabaikan!

Penampakan UFO tidak boleh diabaikan begitu saja karena bisa jadi itu adalah drone atau pesawat pengintai, kata anggota parlemen Jepang


Kepala Otorita IKN Mundur Diganti Plt, Begini Problem Lingkungan yang Harus Dihadapi

41 hari lalu

Presiden Joko Widodo (keempat kanan) didampingi Menteri Investasi/Kepala BKPB Bahlil Lahadalia (kedua kanan), Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono (kanan) dan para pimpinan konsorsium pengusaha Indonesia meninjau alat berat dalam peletakan batu pertama Hotel Nusantara di Kawasan IKN, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis 21 September 2023. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Kepala Otorita IKN Mundur Diganti Plt, Begini Problem Lingkungan yang Harus Dihadapi

IKN disebut akan berdampak serius terhadap penghancuran ekosistem regional Kalimantan yang saat ini sudah terancam industri sawit, tambang, HTI.


Pameran Teknologi Ruang Angkasa di Amerika, Seperti Apa Acaranya?

16 Mei 2024

Ilustrasi ruang angkasa (NASA/Johns Hopkins APL/Steve Gribben)
Pameran Teknologi Ruang Angkasa di Amerika, Seperti Apa Acaranya?

Industri ruang angkasa atau antariksa kembali menunjukkan diadakannya Space Tech Expo USA 2024 di Long Beach Convention Center, California


5 Fakta menarik Hot Dog, Dibawa ke Luar Angkasa hingga Harga Mencapai Puluhan Juta

29 April 2024

Menu Long Tail Hotdog di Three house Cafe di Jalan Hasnudin, Bandung, Jawa Barat. TEMPO/Aditya Herlambang Putra
5 Fakta menarik Hot Dog, Dibawa ke Luar Angkasa hingga Harga Mencapai Puluhan Juta

Sebagai makanan cepat saji yang populer, hot dog memiliki bulan perayaan nasional. Untuk merayakannya sebuah restoran di New York menjual hot dog seharga 37 juta rupiah


Cara NASA Mengontak Kembali Voyager 1, Penjelajah Bintang yang Hilang Kontak Selama 5 Bulan

24 April 2024

Penjelajahan Empat Dekade Voyager
Cara NASA Mengontak Kembali Voyager 1, Penjelajah Bintang yang Hilang Kontak Selama 5 Bulan

NASA memakai kode baru untuk mencolek kembali pesawat antarbintang, Voyager 1, yang sempat hilang kontak.


Kepala OIKN Klaim Pembangunan IKN Bawa Manfaat untuk Semua Pihak, Bagaimana Faktanya?

10 April 2024

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Bambang Susantono saat mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 18 Maret 2024. Rapat tersebut beragendakan perkenalan Kepala Otorita IKN beserta jajarannya dan pemaparan progres pembangunan IKN. TEMPO/M Taufan Rengganis
Kepala OIKN Klaim Pembangunan IKN Bawa Manfaat untuk Semua Pihak, Bagaimana Faktanya?

Kepala Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono klaim bahwa pembangunan IKN akan membawa manfaat bagi semua pihak.