OPPO Find X RAM 10GB Hadir di TENAA

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hadir di Indonesia, OPPO Find X pakai Snapdragon 845 AI Engine. Kredit: Tempo/Khory

    Hadir di Indonesia, OPPO Find X pakai Snapdragon 845 AI Engine. Kredit: Tempo/Khory

    TEMPO.CO, Jakarta - Daftar regulator  telekomunikasi Cina, TENAA, baru-baru ini memuat informasi ponsel OPPO Find X yang memiliki RAM 10GB.

    Baca: Dijual Rp 22 Juta, OPPO Find X Lamborghini Ludes dalam 4 Detik

    Menurut laman The Verge, belum diketahui kapan ponsel ini akan rilis, namun kemungkinan besar akan menjadi ponsel pertama yang memiliki RAM sebesar 10GB.

    Berembus kabar Vivo juga menyiapkan ponsel dengan RAM dua digit. OPPO Find X yang didaftarkan ke TENAA diimbangi kapasitas penyimpanan internal 256GB.

    Oppo Find X hadir dengan tampilan depan dan belakang tanpa lubang receiver. Perangkat tersebut mengusung layar Panoramic Arc Screen yang dilengkapi teknologi COP flexible screen sehingga layar 6,42 inci Find X memiliki rasio sebesar 93,8 persen.

    Teknologi teranyar Oppo juga dapat ditemukan di kamera 3D tersembunyi yang disematkan di bagian depan dan belakang, masing-masing dengan resolusi 25MP dan 16MP+20MP.

    Kamera secara otomatis akan bergeser pada bagian atas ponsel begitu mengaktifkan fitur kamera di perangkat.

    Find X juga secara otomatis akan menutup kamera jika tidak digunakan, berlaku juga jika ponsel menunjukkan tanda-tanda akan terjatuh.

    Kemampuan kamera 3D Oppo dibekali modul 3D Structured Light yang terdiri atas berbagai teknologi seperti Flood Illuminator, Infrared Camera, Proximity Sensor, Dot Projector, Receiver, dan RGB Camera, agar  dapat membuat skema tiga dimensi wajah pengguna secara tepat.

    OPPO Find X yang dijual di Indonesia memakai chip dari Qualcomm, Snapdragon 845, didukung dengan RAM 8GB dan kapasitas internal 256GB.

     
    ANTARA

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.