BNPB: Aktivitas Sejumlah Gunung Api Aktif Menurun

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lava pijar Gunung Anak Krakatau terlihat dari kawasan Kalianda, Lampung Selatan, Rabu, 5 September 2018. Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Gunung Anak Krakatau masih berstatus level II atau waspada. ANTARA FOTO/Atet Dwi Pramadia

    Lava pijar Gunung Anak Krakatau terlihat dari kawasan Kalianda, Lampung Selatan, Rabu, 5 September 2018. Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Gunung Anak Krakatau masih berstatus level II atau waspada. ANTARA FOTO/Atet Dwi Pramadia

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap sejumlah gunung api aktif di wilayah Indonesia menunjukkan tren positif, yaitu adanya penurunan aktivitas.

    Baca: Pembunuh Dinosaurus, Asteroid atau Letusan Gunung Api?

    "Gunung Anak Kratakau turun dari Level III, yaitu siaga ke waspada. Ini cukup positif, dengan turunnya level ini titik aman menjadi dua kilometer dari kawah," kata Deputi bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Wisnu Widjaja di Jakarta, Jumat, 29 Maret 2019.

    Begitu juga dengan Gunung Karangetan radius 2,5 km dari puncak yang dinyatakan berbahaya sehingga warga yang mengungsi bisa kembali ke rumahnya.

    Sementara Gunung Bromo berada pada Level III atau Waspada dan zona yang dinyatakan berbahaya hanya 1 km dari puncak gunung. "Tidak usah khawatir, terutama untuk wisata selama tidak masuk ke daerah kawah," kata dia.

    Adapun Gunung Sinabung menunjukkan penurunan aktivitas, serta Gunung Agung meski terjadi letusan, namun kecil.

    Sejumlah gunung api tersebut merupakan gunung api aktif dan sejak beberapa tahun terakhir mengalami letusan sehingga menimbulkan korban jiwa dan kerusakan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.