Varietas Padi Inpari IR Nutri Zinc Khusus Atasi Stunting Dirilis

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Padi Inpari IR Nutri Zinc. Kredit: Badan Litbang Pertanian

    Padi Inpari IR Nutri Zinc. Kredit: Badan Litbang Pertanian

    TEMPO.CO, Bogor - Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian, Dr Fadjry Djufry, mengungkapkan di Indonesia terdapat 473 varietas padi unggul yang sering digunakan oleh petani dan sebanyak 274 varietas padi unggul itu merupakan hasil riset dari peneliti Balitbangtan.

    Baca: Tanam Padi Pakai Metode Hazton, Panen Petani Sigi Meningkat Pesat

    "Saat ini kita punya 473 varietas unggul benih padi, 274 varietas padi ini merupakan temuan peneliti Balitbang Pertanian dan sisanya merupakan temuan dari lembaga swasta dan pergutuan tinggi," kata dia baru-baru ini.

    Menurut dia varietas padi terbaru yang dirilis adalah Inpari 30 Ciherang Sub_1, Inpari 34, Inpari 35, Inpari 42 GSR, Inpari 43 GSR, Inpari IR NutriZinc. "Khusus varietas Inpari Nutri Zinc merupakan varietas yang kaya kandungan Zn untuk mengatasi kekerdilan (stunting)," kata dia.

    Padi Inpari IR Nutri Zinc ini sudah dirilis ke masyarakat pada tahun 2018 lalu dan saat ini Balai Besar Penelitian Tanaman Padi tengah mengembangkan verietas padi yang dikhususkan bagi anak yang stunting atau lahir dalam kondisi pendek (cebol).

    "Varietas padi ini sedang kita kembangkan terus di Pusat Penelitian Tanaman Padi di Sukamandi, Kabupaten Subang," kata dia.

    Sementara itu, Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Priatna Sasmita mengatakan, pada umumnya varietas padi yang ada memiliki kandungan Zn (Zinc) yang rendah. Hal ini berdampak masih banyak penduduk Indonesia kekurangan gizi besi.

    "Indonesia masih banyak angka kelahiran bayi dalam kondisi kurang gizi sehingga angka bayi stunting atau lahir dalam kondisi tubuh bendek masih tinggi," kata dia.

    Menurut dia, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) melakukan riset untuk menemukan varietas padi yang memiliki kandungan Zn yang tinggi bahkan bisa dua kali lipat dengan padi saat ini, "Akhirnya pada tahun 2018 lalu kami meluncurkan varietas padi baru kaya kandungan Zn," kata dia.

    Dalam upaya meningkatkan nilai gizi sekaligus untuk mengatasi kekurangan gizi besi pada masyarakat, dilakukan biofortifikasi, yaitu perakitan varietas padi dengan kandungan Zn tinggi.

    Pengujian materi pemuliaan padi Zn tinggi dari IRRI dimulai di Indonesia pada tahun 2009 dan diintensifkan mulai pada tahun 2013 dan kegiatan pemurnian dan seleksi materi-materi pemuliaan tersebut telah menghasilkan galur-galur harapan yang mulai diuji multilokasi pada tahun 2016 lalu.

    Bahkan dengan material pemuliaan tersebut telah diuji di negara-negara kolaborator penelitian, antara lain Filipina, Bangladesh. Dari hasil kajian ini ditemukan galur-galur: IR97477-115-1-CRB-0-SKI-1-SKI-0-2 (Inpari 46 Nutri Zinc), IR99680-3-CRB-0-SKI-1-SKI-2-5 (Inpari 47 Nutri Zinc), dan IR99270-34-2-1 (Inpari 48 Nutri Zinc).

    Dari tiga galur yang diusulkan, galur Inpari 46 Nutri Zinc dinyatakan lulus untuk dilepas sebagai varietas unggul oleh tim penilai pelepas varietas tanaman pangan, di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Tanaman Pangan pada sidang pelepasan varietas pada Oktober 2018 lalu.

    Varietas padi Inpari 46 Nutri Zinc memiliki kadar amilosa 16,6 persen dan potensi kandungan Zn 34,5i ppm. Pelepasan galur-galur sebagai varietas  baru diharapkan akan mampu meningkatkan nilai gizi masyarakat Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Ini Tanda-Tanda Anda Terjangkit Cacar Monyet

    Cacar monyet atau monkey pox merupakan penyakit yang berasal dari sisi Barat Afrika. Penyakit ini menular melalui monyet, tikus Gambia, dan tupai.