Pengadilan India Batalkan Larangan TikTok

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiktok

    Tiktok

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengadilan Tinggi Madras mencabut larangan sementara terhadap TikTok, platform berbagi video. Keputusan itu diambil Kamis, 24 April 2019, setelah mendengar permohonan yang diajukan oleh ByteDance - perusahaan induk TikTok.

    TikTok Didenda Rp 80 Miliar, Melanggar Privasi Anak-Anak di AS

    Sidang yang dipimpin oleh N Kirubakaran dan SS Sundar dari Pengadilan Tinggi Madras di bawah arahan Mahkamah Agung India membuat keputusan untuk membatalkan pemblokiran aplikasi.

    Dalam putusannya, pengadilan meminta TikTok untuk memperbarui norma privasi mereka dan juga menindaklanjuti keluhan dalam waktu 3 hingga 36 jam.

    Pengacara TikTok, Issace Mohanlal mengklaim aplikasi memiliki teknologi untuk menyaring konten telanjang dan pornografi dari aplikasi.

    Pekan lalu, Pengadilan Tinggi Madras mengeluarkan perintah untuk melarang aplikasi video di India. Bertindak berdasarkan arahan pengadilan, Kementerian Informasi dan Penyiaran India meminta Google dan Apple untuk menarik TikTok dari masing-masing app store di India.

    Larangan TikTok memengaruhi 120 juta penggunanya, menyebabkan kerugian finansial $ 500.000 setiap hari dan bahkan mempertaruhkan pekerjaan bagi 250 karyawan di India.

    Setelah putusan pengadilan baru-baru ini, TikTok menyambutnya dalam sebuah pernyataan: “Kami senang dengan keputusan ini dan kami percaya itu juga sangat disambut oleh komunitas kami yang berkembang di India, yang menggunakan TikTok sebagai platform untuk memamerkan kreativitas mereka."

    "Kami berterima kasih atas kesempatan untuk terus melayani pengguna kami dengan lebih baik. Meskipun kami senang bahwa upaya kami untuk memerangi penyalahgunaan platform telah diakui, pekerjaan itu tidak pernah "dilakukan" pada akhirnya. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan fitur keselamatan kami sebagai bukti komitmen berkelanjutan kami kepada pengguna kami di India. "

    Pengacara penggugat, K. Neelamegam mengatakan bahwa mereka tidak berencana untuk mengajukan banding lebih lanjut terhadap perintah pengadilan terbaru. Tetapi akan mengkritisi proses pengadilan jika TikTok tidak memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh pengadilan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perolehan Kursi DPR Pemilu 2019, Golkar dan Gerinda di Bawah PDIP

    Meski rekapitulasi perolehan suara Golkar di Pileg DPR 2019 di urutan ketiga setelah PDIP dan Gerindra, namun perolehan kursi Golkar di atas Gerindra.