Bencana Akhir Pekan di Jabar: dari Banjir hingga 14 Sanca Lepas

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ular sanca peliharaan yang lepas saat terjadi banjir di kawasan Bojongkulur, Kabupaten Bogor, Sabtu, 27 April 2019. Menurut Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, ada 14 ular piton lepas dan 6 berhasil ditemukan. (twitter.com//sutopo_pn)

    Ular sanca peliharaan yang lepas saat terjadi banjir di kawasan Bojongkulur, Kabupaten Bogor, Sabtu, 27 April 2019. Menurut Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, ada 14 ular piton lepas dan 6 berhasil ditemukan. (twitter.com//sutopo_pn)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada akhir pekan ini setidaknya ada tiga kejadian bencana di wilayah Jawa Barat. Peristiwa longsor di Kota Cimahi memakan korban dua orang meninggal, sementara di Kabupaten Sukabumi ada pergerakan tanah yang membuat 354 jiwa harus meninggalkan rumahnya ke tempat pengungsian.

    Saat Bencana, Perempuan Mudah Menolong Tapi Rentan Jadi Korban

    Di Bogor ada 14 ekor ular sanca yang lepas dari tempat pemeliharaan akibat banjir.

    Petugas Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat, Budi Budiman, menyebutkan kejadian longsor di Kota Cimahi terjadi Jumat, 26 April 2019 pukul 19.40 WIB.

    Lokasinya di Kelurahan Citeureup Kecamatan Cimahi Utara. Sebuah rumah milik Suyono, 55 tahu, ambruk tertimbun longsoran. Material longsor itu jatuh dari ketinggian 30 meter dengan panjang longsoran 45 meter. “Korban luka ringan enam orang, dua orang meninggal dunia,” katanya Ahad, 28 April 2019.          

    Di Kampung Gunung Batu, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi, terjadi pergerakan tanah sejak Rabu, 23 April 2019. Jumlah rumah yang terdampak mencapai 109 unit.

    Adapun jumlah warga yang terdampak ada 110 keluarga atau 354 orang. “Sebanyak 69 rumah rusak berat, 40 lainnya terancam,” kata Budi. Nihil korban jiwa, sebanyak 35 keluarga atau 117 orang mengungsi di dekat kantor desa.

    Di Bogor, ada 14 ekor ular sanca yang lepas dari tempat pemeliharaan akibat Sungai Cikeas meluap. Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho menyatakan enam ekor ular sanca telah ditemukan, sisanya masih dalam pencarian.

    Lewat unggahannya di media sosial, Sutopo menginformasikan panjang ular sanca peliharaan itu mencapai empat meter. Petugas menemukan empat ekor di antaranya di Vila Mahkota Pesona Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

    Berita lain terkait  bencana, bisa Anda ikuti di TEMPO.CO.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?