Polres Tanjung Perak Gagalkan Penyelundupan Satwa Liar

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas menunjukkan salah satu satwa dilindungi yang diamankan Polres Tanjung Perak di Surabaya, Sabtu (11/5/2019). (Antara Jatim/ Didik Suhartono)

    Seorang petugas menunjukkan salah satu satwa dilindungi yang diamankan Polres Tanjung Perak di Surabaya, Sabtu (11/5/2019). (Antara Jatim/ Didik Suhartono)

    TEMPO.CO, Jakarta -  Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, menggagalkan penyelundupan ratusan ekor burung yang tergolong satwa liar dilindungi dari Kapal Dharma Kartika III dan menangkap dua pelakuknya.

    Polisi Ungkap Penyelundupan Bayi Komodo dan Satwa Liar Lewat Perdagangan Online

    Kepala Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Antonius Agus Rahmanto kepada wartawan di Surabaya, Sabtu, 11 Mei 2019,  mengatakan ratusan ekor burung itu diamankan setelah meringkus dua orang pelaku saat tiba di Pelabuhan Tanjung Perak  dengan menumpang KM Dharma Kartika III.

    "Dua pelaku masing-masing berinisial HM (24), warga Kota Surabaya, dan SRW (28), warga  Gresik, Jawa Timur. Mereka kami ringkus tadi pagi sekitar pukul 04:30 WIB di Jalan Perak Timur Surabaya," katanya.

    Barang bukti yang diamankan terdiri dari seekor burung nuri kepala hitam, seekor burung kakak tua, tujuh ekor burung elang jenis Black Kite, dua ekor elang jenis alap-alap, delapan ekor burung tuwu, serta 400 ekor burung manyar.

    "Selain itu kami juga amankan enam ekor biawak," ujarnya.

    Ratusan satwa dilindungi itu diamankan polisi dari sebuah mobil truk milik perusahaan jasa ekspedisi yang baru saja turun dari KM Dharma Kartika III di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

    AKBP Agus memaparkan, penangkapan kedua pelaku menindaklanjuti laporan masyarakat yang menginformasikan adanya pengiriman ratusan satwa dilindungi asal Makassar melalui angkutan kapal laut tujuan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

    "Kami kemudian bergerak bekerja sama dengan petugas Balai Besar Karantina Tanjung Perak untuk menggagalkan upaya penyelundupan ini," katanya.

    Penyelidikan polisi terhadap kedua pelaku mengungkap ratusan satwa dilindungi ini rencananya akan dipasarkan ke sejumlah daerah di Jawa Timur.

    Polisi menjerat pelaku HM dan SRW dengan Pasal 21 ayat 2, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya juncto Pasal 42 Ayat 2 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1990 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar.

    "Ancaman hukumannya lima tahun pidana penjara dan denda Rp100 juta," ucap AKBP Agus.

    Berita tentang penyelundupan satwa liar lain, bisa Anda ikuti di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.