Google Mulai Cemas atas Kebijakan Trump pada Huawei, Ini Sebabnya

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Huawei Vs Google. REUTERS/Edgar Su/Arnd Wiegmann

    Huawei Vs Google. REUTERS/Edgar Su/Arnd Wiegmann

    TEMPO.CO, Jakarta - Google menilai pelarangan hubungan bisnis perusahaan Amerika Serikat dengan Huawei Technologies malah menimbulkan risiko terhadap keamanan Amerika Serikat.

    Baca juga: Google Lobi agar Bisa Kerja Sama dengan Huawei

    Peringatan Google tentang risko keamanan akibat kebijakan Presiden AS Donald Trump tersebut dilaporkan Reuters dengan mengutip Financial Times pada Kamis, 6 Juni 2019.

    Meskipun sanksi dari Amerika Serikat diperkirakan memukul Huawei pada jangka pendek, kebijakan tersebut bakal memaksa Huawei dan perusahaan Cina lain untuk bisa memenuhi kebutuhan komponen dengan mengembangkan teknologi buatan lokal. Kondisi tersebut bakal menghancurkan dominasi perusahaan teknologi Amerika Serikat, termasuk Google.

    Google, secara khusus, cemas karena perusahaan yang berbasis di Silicon Valley tersebut tidak bisa menyediakan pembaruan bagi ponsel Huawei sehingga Huawei harus mengembangkan sistem operasi alternatif Android.

    Selain memukul bisnis Google, Google mengklaim bahwa versi Android modifikasi Huawei akan lebih rentan peretasan, demikian diungkapkan sumber berdasarkan mengutip pernyataan seorang eksekutif senior Google.

    Pemerintah Donald Trump memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam mitra perdagangan. Langkah ini membuat Huawei dan 68 perusahaan terafiliasi di 12 negara masuk ke dalam daftar perusahaan yang dinilai berisiko terhadap keamanan nasional Amerika Serikat.

    Google dan Departermen Perdagangan Amerika Serikat belum memberikan komentar atas laporan Financial Times.

    Berita lain tentang  Huawei dan Google bisa Anda simak di Tempo.co.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.