Perubahan Iklim, Bakteri Pemakan Daging Semakin Menyebar

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakteri pemakan daging Vibrio vulnificus. Kredit: Wikipedia

    Bakteri pemakan daging Vibrio vulnificus. Kredit: Wikipedia

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap orang perlu mulai mewaspadai penyebaran Vibrio vulnificus, karena bakteri tersebut adalah bakteri pemakan daging yang dapat mengancam jiwa.

    Baca: Film Ini Ungkap Bagaimana Sistem Kekebalan Tubuh Membunuh Bakteri

    Dalam laporan yang dipublikasi di Journal Annals of Internal Medicine, 17 Juni, yang dilansir Live Science, para penulis dari Cooper University Hospital di Camden New Jersey mengatakan bahwa seiring dengan adanya perubahan iklim, bakteri ini semakin banyak menyebar ke berbagai wilayah di luar wilayah geografis tradisional yang sebelumnya tidak terjamah.

    Bakteri ini berasal dari keluarga yang sama dengan bakteri penyebab kolera. Dilansir dari emedicine.medscape.com, penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini pertama kali terdokumentasi pada 1979.

    Bakteri ini hidup di perairan laut yang berada di atas 55 derajat Fahrenheit (13 derajat Celsius). Ia biasanya ditemukan di air laut pada pantai yang hangat dan dangkal di daerah beriklim sedang di sebagian besar dunia.

    Di Amerika Serikat, Vibrio vulnificus dapat ditemukan di Teluk Meksiko, di sepanjang sebagian besar Pantai Timur Amerika Serikat, dan di sepanjang Pantai Barat Amerika Serikat.

    Orang dapat terinfeksi bakteri melalui dua cara; jika mereka mengkonsumsi makanan laut yang terkontaminasi atau jika mereka memiliki luka terbuka yang bersentuhan langsung dengan air laut yang mengandung bakteri.

    Walaupun kebanyakan orang yang terinfeksi V. vulnificus hanya akan mengalami gejala ringan, beberapa orang mengembangkan infeksi kulit atau aliran darah yang mengancam jiwa.

    Bakteri V. vulnificus dapat menyebabkan necrotizing fasciitis, infeksi "makan daging" yang jarang, yang dengan cepat menghancurkan jaringan kulit dan otot. Ini dapat mengakibatkan amputasi atau bahkan kematian.

    LIVESCIENCE|MEDSCAPE|RIDWAN KUSUMA AL-AZIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kasus Kartel Harga Tiket Pesawat Siap Disidangkan

    Komisi Pengawas Persaingan Usaha menduga mahalnya harga tiket pesawat disebabkan pasar oligopolistik. Citilink dan Lion Air diduga terlibat.