Ingin Manfaatkan Bajakah, Silakan Datang ke Kalteng karena....

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Viralnya bajakah tunggal sebagai obat kanker, membuat banyak penjual bajakah dadakan di Palangkaraya, Agustus 2019. (Tempo/Karana)

    Viralnya bajakah tunggal sebagai obat kanker, membuat banyak penjual bajakah dadakan di Palangkaraya, Agustus 2019. (Tempo/Karana)

    TEMPO.CO, Jakarta -  Masyarakat dari berbagai daerah diminta datang langsung ke Kalimantan Tengah, jika ingin memanfaatkan bajakah untuk terapi pengobatan penyakit.

    "Siapa pun yang hendak merasakan manfaatnya, sebaiknya datang langsung ke Kalteng. Agar terhindar dari berbagai potensi kesalahan, seperti pemilihan bajakah yang tidak tepat dan lainnya," kata Komandan Korem 102 Panju Panjung, Kolonel Saiful Rizal di Palangka Raya, Selasa, 20 Agustus 2019.

    Sengaja disarankan seperti itu, sebab secara medis pemanfaatan Bbajakah dinilai masih dalam tahap kajian, sehingga masih memerlukan waktu yang tak sedikit. Namun selama ini, bajakah memang biasa digunakan warga Kalteng untuk terapi pengobatan.

    Saiful menjelaskan, dirinya sudah pernah ikut secara langsung ke hutan bersama warga yang sejak dulu biasa mencari dan memanfaatkan bajakah. Menurutnya, pencarian bajakah yang disebut berkhasiat obat tidaklah mudah dan pemanfaatannya pun dilakukan dengan penuh kearifan lokal.

    "Orang yang sudah terbiasa pun, harus berhati-hati dalam memilih bajakah yang bisa digunakan untuk terapi. Sebab bentuk fisiknya tampak mirip antara satu dan lainnya," katanya.

    Lebih lanjut ia menjelaskan, bajakah artinya menjalar, yaitu akar-akar yang menjalar. Berdasarkan riset, ada sekitar 200 jenis bajakah dan tidak semuanya berkhasiat untuk obat, bahkan diduga sebagian di antaranya beracun. Untuk itu, sudah seharusnya masyarakat berhati-hati dan tidak sembarangan.

    Senada seperti yang disampaikan Danrem, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kalteng Agus Pramono menjelaskan, sudah seharusnya masyarakat lebih berhati-hati dalam pemanfaatan bajakah.

    Pasalnya banyak bajakah yang dijual saat ini, khususnya di pinggir jalan sudut kota dan lainnya, dikhawatirkan bukanlah jenis bajakah yang benar-benar berkhasiat sebagai obat kanker. Sehingga pihaknya menilai, langkah yang diambil Pemprov sangatlah tepat, untuk segera mengatur regulasi pemanfaatannya.

    "Jangan sampai bajakah yang ramai dijual saat ini, ternyata adalah bajakah yang diduga mengandung racun sehingga saat dimanfaatkan memberikan efek buruk. Hingga pada akhirnya, kondisi itu berimbas pada Kalteng dan malah mendapatkan penilaian negatif. Ini yang harusnya kita cegah bersama," katanya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.