GoGames: Fitur Baru dari Gojek untuk Gamers, Apa Saja Isinya?

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • GoGames Gojek

    GoGames Gojek

    TEMPO.CO, Jakarta - Gojek merilis fitur terbarunya, GoGames, yang memadukan berbagai layanan untuk para pemain game digital dalam satu platform aplikasi.

    "Mempertegas upaya Gojek untuk memudahkan dan menjawab kebutuhan penggunanya, GoGames hadir sebagai one stop gaming ecosystem di Indonesia," ujar Co-founder Gojek Kevin Aluwi saat peluncuran fitur tersebut di Jakarta, Minggu, 8 September 2019.

    Kepala GoGames Timothius Martin mengatakan GoGames merupakan inovasi yang datang dari antusiasme dan beberapa permasalahan para pemain game yang juga pengguna aplikasi itu.

    Keinginan para pemain game itu, menurut Martin, antara lain kesulitan mendapatkan informas, cara bermain, cara memilih barang-barang dalam game yang tepat, hingga pembayaran untuk fitur game atau pembaruan karakter game.

    "Dengan berjalannya waktu, game akan semakin ribet dan harus dikuasai gamers. Mulai dari karakter, tools, hingga aksesori, dan lainnya. Itu merupakan tantangan gamers," ujar pria yang akrab disapa Timo itu.

    Di dalam GoGamers, terdapat tiga kategori layanan termasuk GoGames Top Up, GoGames TV, dan GoGames Recipe yang dapat dimanfaatkan pengguna.

    "Selain itu juga ada konten berbayar di game untuk karakter khusus, pembaruan keahlian karakater, dan lainnya," kata Timo.

    Bukan hanya menawarkan kemudahan pembayaran, GoGames juga menawarkan voucher game dan promo dari layanan dompet digital Gojek, GoPay, seperti insentif potongan (cashback) pada saat melakukan pembayaran obyek dalam game .

    GoGames  menawarkan cashback hingga 100 persen sampai akhir September menyusul perayaan produk baru Gojek itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.