Arkeolog: Perahu Kuno di Jambi Bukan Phinisi

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melanjutkan penggalian situs Perahu Kuno Lambur di Muara Sabak Timur, Tanjungjabung Timur, Jambi, Jumat 23 Agustus 2019. Arkeolog Universitas Indonesia (UI) Ali Akbar yang terlibat dalam proses ekskavasi menyebutkan situs perahu tersebut diprediksi berasal antara abad 1-13 Masehi dan terkait dengan Kerajaan Sriwijaya. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

    Pekerja melanjutkan penggalian situs Perahu Kuno Lambur di Muara Sabak Timur, Tanjungjabung Timur, Jambi, Jumat 23 Agustus 2019. Arkeolog Universitas Indonesia (UI) Ali Akbar yang terlibat dalam proses ekskavasi menyebutkan situs perahu tersebut diprediksi berasal antara abad 1-13 Masehi dan terkait dengan Kerajaan Sriwijaya. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

    TEMPO.CO, JakartaArkeolog memastikan perahu kuno yang ditemukan di Desa Lambur I, Kecamatan Muara Sabak Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, bukan phinisi setelah ekskavasi mencapai 80 persen.

    Menurut hasil penelitian sementara, tim menyimpulkan bagian ujung perahu kuno tersebut berbentuk lancip, tidak dempak atau rendah papak sebagaimana pinisi.

    "Temuan tersebut otomatis mematahkan dugaan jika perahu tersebut berbentuk perahu pinisi," kata arkeolog Ali Akbar dari Universitas Indonesia, yang memimpin tim peneliti situs Lambur, di Jambi, Rabu, 10 September 2019.

    Tidak seperti pinisi, ia mengatakan, ijuk tidak digunakan sebagai pengikat dalam pembuatan perahu kuno tersebut.

    Peneliti juga menyingkap lokasi perahu pada masa lalu. Penyandingan lokasi temuan dengan peta tempo dulu menunjukkan perahu kuno itu berada di pinggir sungai.

    "Jadi kapal ini berada di pinggiran anak sungai yang dikenal dalam peta Belanda dengan (sebutan) Sungai Lamboer. Jadi kapal ini tidak berada di daratan, melainkan di bibir sungai," kata Ali Akbar. 

    Namun para peneliti belum mengetahui apakah perahu itu dalam proses pembuatan atau perbaikan. Sebelumnya juga ada penemuan perahu tua di sepanjang Sungai Lamboer, yang ekarang mengalami pendangkalan. 

    "Jadi perkiraannya kapal-kapal yang ditemukan ini sedang berlabuh di pinggiran anak sungai," kata Ali Akbar.

    Ia menjelaskan, sekitar 100 meter dari pagar situs perahu kuno Lambur tim peneliti menemukan tiang-tiang penyangga dari batang nibung yang diduga merupakan sisa dermaga pada masa lalu. 

    "Tim menemukan tiang-tiang diduga sisa dermaga tempo dulu yang terbuat dari batang nibung lengkap dengan tali ijuk, semakin memperkuat dugaan tadi," katanya.

    Ekskavasi di situs perahu kuno Lambur kemungkinan akan dilakukan hingga dua pekan ke depan, dan antara lain mencakup pendeteksian benda kuno yang masih terkubur di area yang berada di luar pagar situs.

    "Jika dari pengukuran menggunakan alat khusus tadi menemukan temuan baru lebih besar, kemungkinan penelitian ini akan terus berlanjut," kata arkeolog Ali Akbar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.