Bintang Berkecepatan 5,95 Juta Km/Jam Terlontar dari Bima Sakti

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bintang terlontar dari Galaksi Bima Sakti. Kredit: Carnegie Science/Youtube

    Ilustrasi bintang terlontar dari Galaksi Bima Sakti. Kredit: Carnegie Science/Youtube

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah bintang yang bergerak dengan kecepatan tinggi akan terlontar dari galaksi Bima Sakti ke ruang intergalaksi. Hal ini dilaporkan WTHR baru-baru ini.

    Para astronom memperkirakan bahwa lubang hitam besar di pusat galaksi yang melontarkannya, dan itu menegaskan teori yang telah lama mereka pegang tetapi tidak pernah bisa diamati sampai sekarang.

    Para astronom, yang temuannya diterbitkan dalam jurnal Monthly Noticeices dari Royal Astronomical Society, mengatakan bintang itu bergerak dengan kecepatan 3,7 juta mph atau setara dengan 5,95 juta km per jam. Kecepatan bintang ini sekitar 10 kali lebih cepat daripada sebagian besar bintang di galaksi.

    "Kecepatan bintang yang ditemukan begitu tinggi sehingga mau tidak mau akan meninggalkan Galaxy dan tidak pernah kembali," kata Douglas Boubert, rekan penulis dari University of Oxford dalam sebuah pernyataan.

    Untuk perspektif, jarak rata-rata antara Bumi dan Mars adalah 140 juta mil. Bintang itu dapat menempuh jarak itu hanya dalam waktu sekitar 37 jam.

    Bintang, yang disebut S5-HVS1, melewati 29.000 tahun cahaya Bumi sehingga melewati lingkungan kita dalam standar astronomi. Itu memberi astronom kesempatan langka untuk mengamatinya dan melacak jejaknya kembali ke pusat Bima Sakti. Di sana terdapat Sagitarius A - lubang hitam besar yang 4 juta kali massa matahari kita.

    Para astronom percaya bahwa sekitar 5 juta tahun yang lalu, S5-HSV1 adalah bagian dari sistem biner yakni dipasangkan dengan bintang lainnya. Bintang pendamping itu ditangkap dan ditelan oleh lubang hitam, sementara S5-HSV1 diluncurkan dengan kecepatan ribuan mil per detik.

    "Ini sangat menarik, karena kami telah lama menduga bahwa lubang hitam dapat mengeluarkan bintang dengan kecepatan sangat tinggi. Namun, kami tidak pernah memiliki hubungan yang jelas antara bintang yang begitu cepat dengan Galactic Center," kata Sergey Koposov, penulis utama dari Carnegie Mellon University.

    GALUH PUTRI RIYANTO | WTHR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.