Tiga Tahun Hidup Bersama di TSI, Ini Kabar Giant Panda dari Cina

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cai Tao, panda jantan berbaring di kolam di kandang terbuka di Istana Panda Indonesia, Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 30 Juni 2018. Dipinjamkan selama sepuluh tahun dan diharapkan kedua panda itu mempunyai anak di tempat yang mempunyai suhu 15-24 derajat Celsius ini. Tempo/Rully Kesuma

    Cai Tao, panda jantan berbaring di kolam di kandang terbuka di Istana Panda Indonesia, Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 30 Juni 2018. Dipinjamkan selama sepuluh tahun dan diharapkan kedua panda itu mempunyai anak di tempat yang mempunyai suhu 15-24 derajat Celsius ini. Tempo/Rully Kesuma

    TEMPO.CO, Bogor - Hampir tiga tahun hidup bersama, dua panda asal Cina yang dipinjamkan ke Taman Safari Indonesia (TSI) belum juga memberikan pertanda akan beranak pinak. Kedua panda yang diberi nama Tai Cao dan Wu Chun, telah menjadi bagian dari koleksi TSI sejak 28 September 2017 lalu.

    Jurubicara TSI, Julius H Suprihardo, mengatakan kalau menurut pemeriksaan dan catatan dokter ahli hewan, sepasang panda besar itu pernah melakukan perkawinan di TSI. Namun ihwal beranak atau tidaknya, Julius mengatakan tidak tahu.

    "Itu dokter yang tahu. Kami hanya merawat dan menjaga panda-panda itu," kata Julius di Istana Panda TSI, Cisarua, Kabupaten Bogor, Minggu 16 Februari 2020.

    Julius mengatakan kedua panda besar tersebut menjadi bintang baru yang menjadi koleksi TSI meski statusnya pinjaman. Sehingga menurut Julius jika kedua panda itu bisa beranak pinak di TSI, itu akan menjadi hal luar biasa.

    Julius menyebut taman satwa di Indonesia yang memiliki hewan sejenis dengan beruang itu hanya TSI. Sehingga perawatan  kedua panda itu menjadi prioritas pihaknya. "Mereka juga menjadi ikon kami, bahkan setiap pengunjung pasti ke sini melihat mereka langsung," ucap Julius.

    Pengunjung melihat Hu Chun, panda betina area Istana Panda Indonesia, Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 30 Juni 2018. Indonesia termasuk negara ke-16 yang mendapatkan kesempatan melakukan peminjaman ini setelah Prancis, Jerman, Belanda, Jepang, dan Thailand. Tempo/Rully Kesuma.

    Selain menjadi maskot dan ikon baru TSI, Tai Cao dan Wu Chun, menurut Julius, mendapat penghargaan dalam dua tahun berturut-turut. Pada 2018 panda jantan TSI, yakni Tai Cao mendapat penghargaan panda terfavorit di Giant Panda Global Award di Berlin, Jerman.

    Prestasi itu bertahan hingga 2019, dengan menyabet Silver Award di Global Giant Panda dengan tetap sebagai panda terfavorit. "Mereka kini tambah gemuk. Setelah kedatangannya dulu bertambah sekitar 30 kilo (gram) an," ucap Julius sambil mengatakan kedua panda itu pun pernah di kunjungi langsung oleh Perdana Menteri Cina.

    Seorang petugas jaga ditempat konservasi kedua panda tersebut mengatakan, kedua panda tersebut memang belum berhasil memberikan keturunan. Namun di saat musim kawin mereka, yakni pada Maret, Tai Cao dan Wu Chun selalu memberikan sinyal jika mereka ingin kawin. Sehingga dia memberikan ruang lebih perivasi bagi kedua panda tersebut, melakukan perkawinan.

    "Panda itu musim kawinnya maret, biasa mereka jika sudah siap kawin memberi tanda lewat suara atau menggaruk-garuk kemaluannya," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.