Bidik Kampus UI di SNMPTN 2020? Cermati Tingkat Persaingan Ini

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota BEM Universitas Indonesia (UI) menunjukkan poster saat menggelar aksi protes di depan gedung Rektorat UI, Depok, Jawa Barat, Senin, 8 Juli 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Anggota BEM Universitas Indonesia (UI) menunjukkan poster saat menggelar aksi protes di depan gedung Rektorat UI, Depok, Jawa Barat, Senin, 8 Juli 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Depok – Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SNMPTN 2020 telah bergulir. Sejak 14 Februari lalu hingga nanti 27 Februari siswa dari setiap sekolah yang sebelumnya telah terdaftar di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa milik Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) bisa mendaftar. 

    Pada tahun ini, Universitas Indonesia membuka 64 jurusan dan program studi untuk seluruhnya 1.105 mahasiswa baru. Peringkat di sekolah, berdasarkan nilai rapor dan portofolio akademik lain, jelas modal yang bisa diandalkan. Tapi setiap pendaftar baiknya memperhatikan pula tingkat persaingan di setiap jurusan yang akan dituju.

    Kalkulasi ini berlaku untuk pendaftaran di PTN manapun, terlebih yang dianggap favorit. Sebagai ilustrasi, di Universitas Indonesia tingkat persaingan paling sengit bedasarkan SNMPTN tahun lalu terjadi di jurusan Ilmu Aktuaria di bidang Sains dan Teknologi dan Ilmu Hubungan Internasional di bidang Sosial Hukum.

    Rasio siswa yang diterima di kedua jurusan itu masing-masing 4,4 persen dan 3,6 persen. “Semakin besar persentase berarti daya saing rendah, semakin kecil persentase berarti daya saing tinggi,” kata jurubicara Universitas Indonesia, Egia Etha Tarigan.

    Berikut persentase peluang masuk kampus UI melalui jalur SNMPTN 2020 yang dirangkum dari laman https://simak.ui.ac.id/reguler.html mulai dari yang tertinggi hingga terendah :

    1. Prodi Saintek 

    Ilmu Aktuaria 4,41%

    Pendidikan Dokter 5,60%

    Gizi 6,95%

    Teknik Biomedik 7,19%

    Arsitektur 7,29%

    Statistika 8,00%

    Arsitektur Interior 8,38%

    Keselamatan dan Kesehatan Kerja 9,93%

    Matematika 10,34%

    Teknik Sipil 10,67%

    Teknik Industri 10,81%

    Kesehatan Masyarakat 11,22%

    Ilmu Komputer 11,54%

    Teknik Lingkungan 11,60%

    Farmasi 11,89%

    Pendidikan Dokter Gigi 12,08%

    Sistem Informasi 12,64%

    Teknik Kimia 13,04%

    Ilmu Keperawatan 14,12%

    Kesehatan Lingkungan 14,29%

    Teknologi Bioproses 15,38%

    Teknik Metalurgi dan Material 16,46%

    Teknik Mesin 16,78%

    Teknik Komputer 17,02%

    Kimia 19,11%

    Biologi 20,83%

    Teknik Elektro 21,28%

    Geografi 21,28%

    Geofisika 21,65%

    Fisika 24,00%

    Geologi 25,00%

    Teknik Perkapalan 25,35%

    2. Prodi Soshum

    Ilmu Hubungan Internasional 3,63%

    Bahasa dan Kebudayaan Korea 4,60%

    Kriminologi 4,86%

    Ilmu Komunikasi 5,75%

    Sastra Inggris 6,49%

    Ilmu Kesejahteraan Sosial 7,73%

    Sastra Arab 8,20%

    Akuntansi 8,79%

    Psikologi 8,81%

    Ilmu Administrasi Negara 8,82%

    Ilmu Perpustakaan 9,09%

    Ilmu Administrasi Fiskal 9,09%

    Sastra Jepang 9,26%

    Ilmu Administrasi Niaga 9,77%

    Sosiologi 10,15%

    Manajemen 10,24%

    Bisnis Islam 10,74%

    Ilmu Ekonomi Islam 11,01%

    Ilmu Politik 11,94%

    Antropologi Sosial 12,50%

    Sastra Cina 14,29%

    Sastra Perancis 14,86%

    Sastra Jerman 15,00%

    Sastra Indonesia 15,25%

    Ilmu Hukum 15,75%

    Ilmu Ekonomi 15,87%

    Sastra Rusia 20,00%

    Ilmu Sejarah 20,93%

    Arkeologi 21,43%

    Sastra Belanda 22,06%

    Ilmu Filsafat 22,78%

    Sastra Daerah untuk Sastra Jawa 38,46%


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.