Dua Orang Meninggal, Virus Corona Hantui Belasan Kota di Italia

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah jalan di Kota Codogno Italia utara, di mana para pejabat mengatakan kepada penduduk untuk tinggal di rumah dan menunda kegiatan publik di tengah lonjakan kasus virus Corona.[REUTERS]

    Sebuah jalan di Kota Codogno Italia utara, di mana para pejabat mengatakan kepada penduduk untuk tinggal di rumah dan menunda kegiatan publik di tengah lonjakan kasus virus Corona.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Belasan kota di kawasan utara Italia 'dikunci' sejak Sabtu, 22 Februari 2020, waktu setempat. Gara-garanya, kematian dua orang karena infeksi virus corona dan jumlah mereka yang terinfeksi yang terus bertambah sekalipun di antara mereka tidak ada kaitan langsung dengan Cina--asal virus. 

    Otoritas di Lombardy dan Veneto menutup sekolah-sekolah, perkantoran dan restoran serta meminta orang-orang menghindari agenda kegiatan karnaval, olahraga hingga misa di gereja. Sebanyak sekitar 50 ribu orang diminta diam di rumah masing-masing. Kota-kota mulai dari Milan sampai Venesia menjadi mencekam.  

    Ratusan warga dan karyawan yang pernah kontak dengan 54 orang yang sudah terkonfirmasi terinfeksi virus corona juga sedang dikarantina dan sedang menunggu hasilnya. Petugas mendirikan tenda posko di luar rumah sakit yang tertutup di Veneto untuk memindai para petugasnya dari kemungkinan terinfeksi virus yang sama.

    Di Kota Codogno, Lombardy, di mana pasien pertama, berusia 38 tahun, teridentifikasi dalam kondisi parah, otoritas setempat melarang supermarket, resto, dan toko-toko buka. Akibatnya, jalan-jalan utama di kota di sebelah tenggara Milan itu bak kota hantu. Beberapa yang masih ke luar rumah tampak mengenakan masker. 

    Presiden kawasan regional Lombardy, Attilio Fontana, mengatakan ada 39 kasus positif di wilayah itu dan 10 kota yang ada di wilayah itu diperintahkan menunda aktivitas dan layanan yang tidak penting. Sebuah uji posmortem terhadap seorang perempuan 77 tahun menunjukkan yang bersangkutan positif terinfeksi virus corona. Namun belum dipastikan, apakah infeksi itu yang menyebabkan kematiannya. 

    Kepala Kementerian Kesehatan Lombardy, Giulio Gallera, mengatakan sebanyak 9 kasus di wilayah itu terkoneksi dengan pasien pertama yang jatuh sakit di sana. Mereka tertular lewat kontak dengan si pasien pertama itu atau tertular di rumah sakit di Codogno di mana si pasien mendapat perawatan pertama pada 18 Februari lalu. 

    Si pasien pertama itu diketahui pernah bertemu seorang pria yang baru kembali dari Cina pada 21 Januari lalu. Tapi pria dari Cina itu sampai kini tidak sakit. 

    Di wilayah Veneto, ada 12 orang terinfeksi virus itu, termasuk seorang pria 78 tahun yang meninggal Jumat lalu. Pria tua ini meninggal setelah menjalani perawatan selama sepuluh hari karena keluhan penyakit yang lain di Padua, sebelah utara Venesia.

    Presiden kawasan regional Veneto, Luca Zaia, mengatakan para korban infeksi virus corona di dua wilayah itu masih kerabat dari pria yang meninggal di Kota Padua ini. Zaia menambahkan, penularan yang terjadi menunjukkan virus menular seperti flu dan, menurutnya, mencoba menelusuri satu sumbernya atau mencoba mengaitkannya dengan kejadian di Cina tidak akan efektif.  

    "Karena sesungguhnya Anda bisa tertular dari siapa saja," katanya. "Sangat mungkin kita memiliki kasus pasien yang sama sekali tidak ada kontak dengan terduga pembawa virus itu." 

    TIME | DW | NEWSWEEK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.