Begini Satu Pasien Virus Corona Bisa Tulari 3-11 Orang Lainnya

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang guru memasangkan masker pada siswa sebagai upaya pencegahan virus Corona atau Covid-19 di Sekolah Tunas Global, Depok, Jawa Barat, Selasa, 3 Maret 2020. Kegiatan tersebut sebagai upaya penyuluhan penyebab, gejala dan langkah pencegahan virus Corona atau Covid-19 bagi siswa. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Seorang guru memasangkan masker pada siswa sebagai upaya pencegahan virus Corona atau Covid-19 di Sekolah Tunas Global, Depok, Jawa Barat, Selasa, 3 Maret 2020. Kegiatan tersebut sebagai upaya penyuluhan penyebab, gejala dan langkah pencegahan virus Corona atau Covid-19 bagi siswa. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Bandung - Wakil Ketua Tim Dokter Infeksi Khusus RS Hasan Sadikin Bandung, Anggraini Alam, mengatakan kalau satu orang yang terinfeksi virus corona COVID-19 bisa menularkan virus itu kepada 3-4 orang lainnya. Pada beberapa kasus seperti di Korea Selatan bahkan bisa sampai 11 orang.

    “Tapi umumnya tiga orang dari sebuah kasus yang terkonfirmasi positif infeksi,” kata Anggraini di webinar tentang kewaspadaan infeksi virus corona COVID-19 yang diikuti 2000-an peserta, Kamis 5 Maret 2020.

    Anggraini menjelaskan, ada dua cara penularan virus itu yang diketahuinya saat ini. Keduanya adalah lewat udara dan kontak dekat dengan pasien yang dinyatakan positif terinfeksi COVID-19.

    Mengutip keterangan WHO, penularan lewat udara terjadi akibat aerosol yang melayang di udara yang berasal dari droplet seorang yang batuk atau bersin. “Ada penekanannya yakni ini bisa membuat orang lain terinfeksi jika densitas virusnya tinggi di area yang tertutup,” ujarnya sambil menyarankan kewaspadaan jika ada orang sakit apalagi sampai beberapa orang di ruang tertutup.

    Cara lain penularan virus adalah lewat mereka yang menempel pada benda lalu terpegang dan masuk ke dalam tubuh ketika tangan yang memegang itu mengusap hidung atau mulut. Karena itu disarankan rajin mencuci tangan dengan bersih.

    Dalam kesempatan itu Anggraini sekaligus meluruskan soal apakah virus corona itu bisa segera mati oleh paparan sinar matahari. Menurutnya, yang terpenting adalah sirkulasi udara segar yang baik, "dan berharap kepadatan virusnya di udara rendah sehingga kemungkinan menginfeksinya rendah.”  

    Ketua Tim Dokter Infeksi Khusus RS Hasan Sadikin Bandung, Yovita Hartantri, menjelaskan perihal gejala dan diagnosis kasus infeksi virus corona COVID-19. Dia menuturkan, biasanya pasien datang dengan keluhan demam, pilek, batuk, nyeri tenggorokan, hingga sesak napas dan yang berat sampai pneumonia dan gagal ginjal.

    Sebagian kecil lagi gejala pasien diiringi dengan keluhan diare. “Gejala tidak harus semua, tapi bisa salah satu,” kata dia.

    Cara mendeteksi pneumonia atau infeksi radang paru-paru yang terkait virus corona ini disebutnya adalah mendeteksi progresivitas yang cepat: pasien yang semula datang dengan keluhan sesak napas atau lebih ringan lagi seperti flu dan batuk, namun kondisinya memburuk dalam sehari atau 24 jam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Silang Pendapat tentang RUU PKS

    Fraksi-fraksi di DPR berbeda pendapat dalam menyikapi Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual atau RUU PKS. Dianggap rumit.