RS Hasan Sadikin Bandung Rawat Bayi Positif COVID-19

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menggunakan masker saat memberikan pelatihan menangani bayi secara live-streaming saat wabah virua corona atau Covid-19 meluas di Ganzhou, Provinsi Jiangxi, China, 5 maret 2020. China Daily via REUTERS

    Pekerja menggunakan masker saat memberikan pelatihan menangani bayi secara live-streaming saat wabah virua corona atau Covid-19 meluas di Ganzhou, Provinsi Jiangxi, China, 5 maret 2020. China Daily via REUTERS

    TEMPO.CO, Bandung - Rumah Sakit Umum Pemerintah Hasan Sadikin (RSHS) Bandung merawat seorang bayi berusia 1,5 bulan karena positif virus corona COVID-19. Bayi itu dirawat bersama enam orang lainnya dengan usia 24-53 tahun berstatus sama: terkonfirmasi terinfeksi virus penyebab pneumonia tersebut. 

    Berdasarkan keterangan Bagian Humas RSHS Bandung, Minggu 22 Maret 2020, total pasien dalam pengawasan (PDP) di rumah sakit tersebut hingga Minggu sebanyak 23 pasien. Sebanyak tujuh di antaranya sudah dinyatakan positif COVID-19 dan satu orang pasien PDP, laki-laki (69), meninggal saat masih menunggu hasil uji swab, Sabtu siang. 

    Dari hasil pemutakhiran data di laman RSHS Bandung, Minggu malam, nihil keterangan sedikitpun mengenai identitas pasien yang meninggal dan riwayat perjalanan ataupun penyakitnya. Direktur Medis dan Keperawatan RS Hasan Sadikin Nucki Nusjamsi Hidayat menyatakan pihaknya harus merahasiakan identitas pasien termasuk penyebab meninggalnya.

    Sebelumnya, pada Kamis lalu, 19 Maret 2020, dua orang pasien dalam pengawasan di ruang isolasi RSHS Bandung meninggal. Pasien pertama diseutkan seorang lelaki berusia 53 tahun, yang kedua juga lelaki berumur 41 tahun.

    Adapun jumlah keseluruhan orang dalam pemantauan (ODP) di RS Hasan Sadikin Bandung hingga Minggu 22 Maret 2020 adalah 196 orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.