Pengembang Game di Bandung Rilis Valthirian Arc di Indonesia

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tangkapan layar game

    Tangkapan layar game "Valthirian Arc: Hero School Story" dari Agate dalam bahasa Sunda. Pengembang game ini, Agate, memperkenalkannya di Indonesia, 24 Maret 2020, setelah lebih dulu merilisnya di Amerika dan Eropa pada 2018 lalu (YouTube)

    TEMPO.CO, Jakarta - Agate, pengembang game berbasis di Bandung, resmi meluncurkan game konsol pertama “Valthirian Arc: Hero School Story” untuk PlayStation 4 di Indonesia, Selasa 24 Maret 2020. Game ini lebih dulu diperkenalkan Agate di Amerika Serikat dan Eropa pada 2018.

    VP Consumer Game Agate, Cipto Adiguno, berdalih harga konsol yang relatif lebih terjangkau membuat mereka meluncurkan game itu lebih dulu di Amerika Serikat dan Eropa. "Penggunanya, pemain game, lebih banyak di luar negeri," kata Cipto dalam konferensi pers, Selasa 24 Maret 2020.

    Setelah singgah ke negara-negara lain, kini Agate membawa pulang game tersebut ke Indonesia. Mereka menambahkan fitur bahasa Indonesia dan Sunda dengan harapan membuat pemain merasa lebih dekat dengan game tersebut.

    Bahasa Sunda dipilih karena merupakan bahasa sehari-hari yang akrab didengar di Bandung, tempat Agate bernaung. Tak cuma itu, aksara Sunda kuno juga menghiasi tulisan di game tersebut.

    Salah satu tantangan yang dihadapi adalah membuat lokalisasi latar belakang game yang berbau Eropa. Mengingat fokus game ini adalah cerita, Cipto mengatakan lokalisasi bukan sekadar menerjemahkan bahasa Inggris menjadi bahasa Indonesia dan Sunda, tapi membuat agar konteks ceritanya bisa lebih dipahami pemain.

    Pemain di game “Valthirian Arc: Hero School Story” berperan sebagai kepala sekolah yang baru diangkat dalam sekolah pahlawan. Misi terbesarnya adalah mengelola akademi untuk melatih dan menemukan para Pahlawan Legendaris berikutnya.

    Misi tersebut beragam, mulai dari membimbing siswa pada kegiatan sehari-hari hingga merencanakan peta ekspansi akademi. Setiap keputusan yang diambil dapat menjadi satu langkah menuju petualangan lain yang lebih besar.

    Pemain perlu memastikan para siswa mereka belajar dari lingkungan yang terbaik, dan merencanakan sumber daya pembangunan fasilitas baru dan peningkatan yang konstan. Untuk menyelesaikan misi, siswa dapat dikerahkan untuk menjalankan misi atau misi sampingan, yang menambahkan pandangan holistik ke kisah latar belakang dunia Valthirian, di samping hadiah yang diberikan oleh misi tersebut.

    Terdapat sistem party yang memungkinkan pemain untuk memanfaatkan berbagai strategi melalui taktik pengalihan anggota dan pemberian perintah yang berbeda kepada mereka. Dengan tiga disiplin inti dan enam sub-kelas khusus, pemain game ini dapat membuat kombinasi beberapa party dengan melatih siswa mereka ke kelas pekerjaan yang berbeda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.