Disebut-sebut Lockdown Matahari, Ini Fakta Siklus Bintik Matahari

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua bintik hitam besar di matahari, yang dikenal sebagai sunspots (bintik matahari), muncul pada bulan Februari 2013, dan masing-masing seluas enam kalli Bumi. Kredit: NASA/SDO/AIA/HMI/Goddard Space Flight Center

    Dua bintik hitam besar di matahari, yang dikenal sebagai sunspots (bintik matahari), muncul pada bulan Februari 2013, dan masing-masing seluas enam kalli Bumi. Kredit: NASA/SDO/AIA/HMI/Goddard Space Flight Center

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin menerangkan aktivitas matahari saat ini sedang berada pada fase minimum. Fase yang terjadi periodik sekitar sebelas tahunan ini yang sedang diperbincangkan sebagai fenomena lockdown matahari---meminjam istilah penguncian wilayah terkait pandemi Covid-19. 

    Thomas mengatakan, fase minimum matahari ditandai dengan siklus jumlah bintik Matahari paling sedikit. Tapi, meski sedikit dan disebut fase minimum, Thomas menegaskan tidak dampak yang signifikan bagi kehidupan manusia di Bumi.

    "Satu kali fase minimum matahari biasanya akan terjadi sekitar 2 tahun," katanya saat dihubungi, Selasa 19 Mei 2020. Dia menambahkan, fenomena itu pun tidak berpengaruh pada satelit. "Pada fase minimum, justru gangguan badai Matahari pada satelit menjadi minim juga.”

    Ada fase minimum, berarti ada fase aktivitas matahari yang maksimum. Lembaga Antariksa dan Aeronautika Amerika Serikat (NASA) disebutkan Thomas telah melaporkan pada 2014 hitungan bintik Matahari relatif tinggi, dan saat ini meluncur ke titik terendah antara 2019-2020.

    “Aktivitas matahari diketahui dari jumlah bintiknya. Pada 2020 ini memasuki fase minimum, jumlah bintiknya sangat sedikit,” kata Thomas.

    Mengutip laman Inverse, 15 Mei 2020, yang dimaksud dengan bintik matahari adalah bintik gelap yang menandai permukaan Matahari. Bintik ini disebabkan oleh medan magnet yang menghambat transfer energi pada permukaan matahari melalui proses konveksi, di mana fluida panas naik dan fluida dingin mengalir.

    Matahari mencapai fase maksimum ketika sebagian besar bintik Matahari dapat dilihat di permukaannya. Siklus Matahari terakhir, siklum 24, mencapai maksimum pada April 2014 dengan rata-rata puncak 82 bintik.

    "Bahkan dengan fase minimum matahari, medan magnet Matahari sebenarnya tidak nol, itu hanya mengubah konfigurasi," kata Alexander Shapiro, ilmuwan di Institut Max Planck untuk Penelitian Sistem Tata Surya, Jerman.

    Shapiro menjelaskan bahwa Matahari tidak mengalami periode aktivitas yang luar biasa rendah. Sebagai gantinya, ia melanjutkan aktivitas rutinnya.

    Selama 50 tahun terakhir, dengan empat kali siklus, Matahari disebutkannya telah menjadi luar biasa aktif. Karena itu, jika menempatkan siklus matahari saat ini dalam perspektif 1.000 tahun terakhir dari sejarah Matahari, maka tidak akan ada indikasi bahwa itu tidak biasa.

    Dan siklus matahari saat ini baru saja dimulai. “Meskipun mungkin memiliki sedikit awal yang lambat, para ahli memperkirakan bahwa siklus matahari akan kembali mencapai maksimum pada 2023 hingga 2026,” bunyi keterangan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika (NOAA).

    INVERSE | NOAA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.