Hitachi dan Toshiba Bantu Gandakan Produksi Test Kit Covid-19

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan warga menggunakan masker saat jam sibuk di stasiun Shinagawa, Tokyo, Jepang, 26 Mei 2020.REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    Puluhan warga menggunakan masker saat jam sibuk di stasiun Shinagawa, Tokyo, Jepang, 26 Mei 2020.REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    TEMPO.CO, Tokyo - Dua raksasa industri teknologi Jepang, Hitachi dan Toshiba, bergabung membantu Fujirebio membangun fasilitas untuk memproduksi alat uji medis antigen virus corona Covid-19. Fujirebio adalah anak perusahaan alat medis Miraca Holdings yang telah mengantongi izin produksi test kit itu dan mengungkap adanya kerja sama itu, Jumat 5 Juni 2020.

    Fasilitas itu nantinya akan membantu menggandakan jumlah produksi alat uji Fujirebio, yang telah mendapat persetujuan pemerintah pada Mei, menjadi 400 ribu set dalam sepekan. Fasilitas itu akan mulai dioperasikan pada Desember mendatang di Prefektur Hokkaido.

    Tes antigen memindai protein yang ditemukan pada atau di dalam sebuah virus. Tes jenis itu bisa mendeteksi infeksi virus dengan jauh lebih cepat, namun mempunyai kemungkinan hasil negatif yang keliru lebih besar dibandingkan dengan tes PCR yang banyak digunakan saat ini.

    Dengan alat tes antigen buatan Fujirebio yang berukuran sebesar telapak tangan, hasil uji bisa diketahui dalam 30 menit saja. Bandingkan dengan tes PCR yang bisa memakan waktu hingga enam jam untuk mengeluarkan hasil.

    Dalam kerja sama peningkatan produksi tersebut, Hitachi akan menyediakan pelatihan keterampilan teknis permesinan, sementara Toshiba yang menyediakan fasilitasnya. Fujirebio sendiri saat ini memproduksi alat tes di pabrik yang terletak di kawasan selatan Jepang.

    Wabah virus corona Covid-19, kini telah menjangkiti lebih dari 6,4 juta penduduk dunia dan menyebabkan sekitar 380 ribu pasien meninggal. Di Jepang, sekitar 17 ribu orang yang terinfeksi dan 900 orang meninggal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.