Ragu Virus Corona Menular Lewat Udara? Simak 3 Kasus Ini

Reporter

Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Perdebatan tentang 'rute' penularan virus berimplikasi besar kepada rekomendasi menghentikan penyebaran pandemi Covid-19. Banyak peneliti meyakini penularan terjadi terutama karena kontak dekat dan virus yang menumpang droplet dari batuk, bersin, dan bicara seorang yang terinfeksi.

Itu sebabnya mereka merasa cukup merekomendasikan cuci tangan pakai sabun sesering mungkin dan menjaga jarak fisik untuk mematahkan penularan virus corona Covid-19. Data pelacakan kontak korban, kata Kate Grabowski, ahli epidemiologi penyakit menular di Johns Hopkins University di Baltimore, Maryland, mendukung rekomendasi itu.

“Kontak paling berisiko tinggi adalah orang-orang yang berbagi tempat tinggal bersama atau orang-orang yang telah bersama dalam satu ruangan terbatas dalam periode cukup lama. Itu semua membuat saya percaya kalau penularan bisa terjadi lewat droplet," katanya.

Grabowski tak menepis penularan oleh aerosol juga bisa terjadi, tapi pada kejadian yang lebih jarang. Ini yang membuatnya berbeda dari Kim Prather, peneliti aerosol di University of California, San Diego, dan sebagian ilmuwan lainnya. Prather dan kelompok yang kedua ini mengatakan kalau studi kasus terhadap klaster-klaster besar penularan Covid-19 telah menunjukkan peran signifikan aerosol di udara.

Pemberitaan banyak orang yang sakit setelah berada di pertemuan dalam ruangan tertutup membuat Prather mulai mempertanyakan kecukupan dari rekomendasi social distancing dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) yang menetapkan jaga jarak 6 feet (1,8 meter). Penularan dalam pertemuan-pertemuan di ruang tertutup, menurutnya, melibatkan virus yang menyebar dengan perilaku berbeda dari yang diperkirakan CDC.

Staf memasang penanda untuk mengingatkan pengunjung menjaga jarak sosial (social distancing) sebagai persiapan pembukaan kembali bioskop di Kuala Lumpur, Malaysia, 26 Juni 2020. Bioskop dan teater ditutup sebagai upaya membendung penularan virus corona. (Xinhua/Chong Voon Chung)

“Untuk seorang kimiawan atmosferik seperti saya, satu-satunya penularan itu bisa terjadi ketika Anda menempatkan virus itu di udara dan membiarkannya menginfeksi dalam udara yang dihirup semua orang. Inilah yang terjadi," kata Prather.

Lebih banyak peneliti mempertimbangkan potensi penularan virus corona lewat udara pada contoh kasus kelompok paduan suara di Seattle, Washington, pada 10 Maret lalu. Saat itu sebanyak 61 anggota paduan suara Skagit Valley Chorale berkumpul untuk latihan bersama selama 2,5 jam.






BPS Sebut Kunjungan Wisatawan Asing Melonjak 384 Persen Sepanjang 2022

5 jam lalu

BPS Sebut Kunjungan Wisatawan Asing Melonjak 384 Persen Sepanjang 2022

BPS menyebut jumlah kunjungan wisawatan asing melonjak sebesar 384,12 persen secara yoy dan secara kumulatif meningkat 251,28 persen.


Diperingati Setiap 6 Februari, Begini Asal Usul Hari Anti Sunat Perempuan

8 jam lalu

Diperingati Setiap 6 Februari, Begini Asal Usul Hari Anti Sunat Perempuan

Sunat perempuan disebut bukan tindakan medis. Praktik ini ditolak di banyak negara.


Laporan WHO tentang Darurat Kesehatan Ukraina Picu Pertengkaran AS dan Rusia

1 hari lalu

Laporan WHO tentang Darurat Kesehatan Ukraina Picu Pertengkaran AS dan Rusia

Menurut WHO, situasi di Ukraina adalah salah satu dari delapan darurat kesehatan global akut.


4 Februari Hari Kanker Sedunia, Close the Care Gap Menjadi Temanya

2 hari lalu

4 Februari Hari Kanker Sedunia, Close the Care Gap Menjadi Temanya

Hari Kanker Sedunia 4 Februari. Tujuan cegah jutaan kematian akibat kanker setiap tahun melalui peningkatan kesadaran masyarakat tentang kanker.


Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menginfeksi Antar Manusia, Apa Itu Virus H5N1?

2 hari lalu

Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menginfeksi Antar Manusia, Apa Itu Virus H5N1?

Kini virus H5N1 atau flu burung tidak hanya mematikan unggas, tetapi juga mulai menginfeksi hewan mamalia. Simak penjelasan lebih lanjut seputar virus H5N1 ini.


Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menular ke Manusia Setelah Mulai Menginfeksi Hewan Mamalia

2 hari lalu

Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menular ke Manusia Setelah Mulai Menginfeksi Hewan Mamalia

Kasus virus flu burung yang menginfeksi hewan mamalia di Inggris dan Spanyol membuat para ahli khawatir selanjutnya bisa menular ke manusia.


Wisma Atlet Disebut Jadi Tempat Kuntilanak, Pengamat Tata Kota: Jangan Diubah Jadi Rusun

2 hari lalu

Wisma Atlet Disebut Jadi Tempat Kuntilanak, Pengamat Tata Kota: Jangan Diubah Jadi Rusun

Pengamat tata kota Nirwono Joga menyatakan Wisma Atlet Kemayoran dibangun untuk kepentingan event olahraga internasional. Bisa untuk olimpiade.


Heru Budi Manut Pemerintah Pusat Soal Nasib Wisma Atlet Biar Tak Jadi Sarang Kuntilanak

3 hari lalu

Heru Budi Manut Pemerintah Pusat Soal Nasib Wisma Atlet Biar Tak Jadi Sarang Kuntilanak

Heru Budi mengatakan pengelolaan Wisma Atlet jadi kewenangan Pusat. DPRD DKI minta jangan dibiarkan kosong agar tak banyak kuntilanak.


Polusi Udara Bangkok Memburuk, Warga Diminta Berdiam di Rumah

3 hari lalu

Polusi Udara Bangkok Memburuk, Warga Diminta Berdiam di Rumah

Konsentrasi partikel kecil dan berbahaya di udara, atau PM2.5, di Bangkok mencapai 14 kali lipat dari tingkat yang direkomendasikan WHO


Picu Kebutaan dan Kematian, Obat Tetes Mata India Dilarang di Amerika Serikat

4 hari lalu

Picu Kebutaan dan Kematian, Obat Tetes Mata India Dilarang di Amerika Serikat

CDC Amerika Serikat menyebut obat buat India ini menyebabkan setidaknya 55 kasus kehilangan penglihatan permanen, rawat inap, dan satu kematian.