Studi GPS, Banyak Penyu Salah Jalan Pulang di Lautan

Reporter

Penyu hijau. Kredit: Wikipedia

TEMPO.CO, Jakarta - Bangsa penyu terkenal untuk kemampuan navigasi dalam menyeberangi samudera yang luas. Sekarang kita bisa memahami bagaimana mereka melakukannya, dan bahwa banyak di antara penyu itu yang tersesat di jalan pulang, berkat sebuah studi tracking menggunakan GPS.

"Kami terkesima mereka mampu menemukan pulau-pulau kecil," kata Nicole Esteban di Swansea University, Inggris. "Padahal navigasi mereka kasar sekali."

Penyu hijau (Chelonia mydas), misalnya. Mereka menghabiskan hampir seluruh hidupnya di satu area saja, makan dari rumput laut di perairan yang dangkal. Tapi, setiap beberapa tahun mereka akan bermigrasi untuk kawin dan bertelur. Lokasi yang dituju jauhnya bisa ribuan kilometer dari rumah mereka hingga menghabiskan beberapa bulan sebelum mereka kembali lagi.

Sepanjang musim migrasi 2013, 2015, 2017 dan 2018, Esteban dan koleganya menyematkan alat track GPS pada 33 penyu hijau betina yang bertelur di Pulau Diego Garcia di Samudrera Hindia. Karena penyu-penyu tidak bisa makan di tengah samudera, para peneliti itu berpikir hewan itu akan langsung pulang ke perairan pantai dari mana mereka berasal.

Ternyata sedikit saja yang berhasil melakukan itu. Termasuk di kelompok ini adalah penyu hijau asal pantai Afrika. Ini tidak mengejutkan karena begitu mereka sampai di perairan pantai benua itu, penyu tinggal berenang tak jauh lagi ke utara atau selatan untuk menemukan rumahnya kembali.

Tapi penyu yang harus pulang ke pulau karang (atol) atau kepulauan kecil di tengah lautan sering tersesat. Tak sedikit yang berenang terlalu jauh daripada jarak seharusnya.

Sebagai contoh adalah seekor penyu hijau dari atol dekat Pulau Providence di Laut Karibia. Dia awalnya berenang terlalu jauh ke selatan dari titik tujuannya itu sejauh 200 kilometer pada 5 November 2017. Penyu itu kemudian ke arah barat hingga sekitar 500 kilometer sebelum kemungkinan menyadari telah tersesat dan kemudian memutar.

Penyelam dari penjaga pantai Italia, melepaskan seekor penyu saat melakukan pengecekan kehidupan laut di Secche di Tor Paterno, Italia, 29 April 2020. Kehidupan laut di Mediterania di lepas pantai Italia berkembang selama lockdown Covid-19 yang membuat kualitas air meningkat dan spesies-spesies pindah ke ruang-ruang kosong. Italian Coast Guard/Handout via REUTERS

Penyu itu kembali ke arah timur dan akhirnya sampai lagi di atoll yang dimaksud pada 31 December 2017. Total, dia menempuh 4.619 kilometer dari Diego Garcia sementara jarak garis lurusnya hanya 2.379 kilometer. "Ini adalah contoh tersesat yang paling ekstrem," kata Esteban.

Dari penelitian GPS track itu didapat dugaan kalau navigasi penyu hijau menggunakan peta perasaan yang kasar dan indera kompas magnetik yang masih mentah. Mereka mampu mengira-ngira arah yang tepat dan kemudian menyadari jika mereka berenang terlalu jauh. Kebanyakan penyu yang menyadari berenang terlalu jauh akan memutar padahal tidak ada patokan apapun yang tersedia untuk menuntun mereka di tengah lautan yang luas.

Penyu-penyu itu tidak mengoreksi arah menggunakan arus laut, juga tidak dengan indera penciuman. Tapi sepertinya mereka mengenali tanda-tanda khusus (landmark) di dasar laut dan bisa meluncur langsung ke rumahnya begitu telah memasuki kawasan perairan dangkal di sekitarnya.

Studi ini, kata Esteban, adalah yang pertama yang mengungkap bagaimana bangsa penyu bisa menemukan pulau-pulau yang kecil dalam migrasinya. Studi serupa sebelumnya hanya menunjukkan kalau penyu bepergian ke kawasan-kawasan pantai.

NEWSCIENTIST






Kaca Film Baru 3M Diklaim Mampu Tolak Sinar UV Hingga 99,9 persen

7 hari lalu

Kaca Film Baru 3M Diklaim Mampu Tolak Sinar UV Hingga 99,9 persen

Kaca film terbaru 3M diklaim dapat menolak hingga 61,8 persen dari total energi matahari dan mampu menolak panas inframerah hingga 82 persen.


BMKG Minta Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi 6 Meter di Samudera Hindia

16 hari lalu

BMKG Minta Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi 6 Meter di Samudera Hindia

BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 6 meter yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan Samudra Hindia


BPN Pakai Teknologi GPS dan Gaet Swasta untuk Percepat Pendataan Tanah

32 hari lalu

BPN Pakai Teknologi GPS dan Gaet Swasta untuk Percepat Pendataan Tanah

BPN mengatakan target pendaftaran tanah melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) molor dari target karena pandemi.


191 Tahun Gunungkidul, Begini Kisah Dewa Katong Babat Alas

38 hari lalu

191 Tahun Gunungkidul, Begini Kisah Dewa Katong Babat Alas

Gunungkidul berdiri sejak 191 tahun lalu, tapi status Kabupaten Gunungkidul 72 tahun silam. Begini kisah Dewa Katong babat alas daerah ini.


BMKG: Pusat Gempa Nias Semalam Dekat Gempa M7,8 pada 2016

40 hari lalu

BMKG: Pusat Gempa Nias Semalam Dekat Gempa M7,8 pada 2016

Gempa Nias M5,9 tadi malam tak terpantau merusak dan tak memicu tsunami. Simak 10 data dan informasi selengkapnya dari BMKG berikut ini.


Penelitian Baru di Cina Buktikan Drone Bisa Terbang Mandiri Melintasi Hutan

6 Mei 2022

Penelitian Baru di Cina Buktikan Drone Bisa Terbang Mandiri Melintasi Hutan

Drone yang dikendalikan dari jarak tertentu kini bisa terbang mandiri melewati hutan, yang dibuktikan dalam eksperimen oleh para peneliti dari Cina.


Bibit Siklon Masih Akan Pengaruhi Hujan di Sulawesi dan Maluku Utara

3 Mei 2022

Bibit Siklon Masih Akan Pengaruhi Hujan di Sulawesi dan Maluku Utara

bMKG masih memantau bibit siklon di Laut Filipina dan pusat tekanan rendah di Samudera Hindia sebelah barat Bengkulu.


Google Maps Bisa Bantu Deteksi Kemacetan Lalu Lintas, Bagaimana Caranya?

28 April 2022

Google Maps Bisa Bantu Deteksi Kemacetan Lalu Lintas, Bagaimana Caranya?

Tak hanya sebagai penujuk jalan, aplikasi Google Maps bisa dipakai untuk mengetahui kondisi lalu lintas.


BMKG Masih Pantau Bibit Siklon dan Prediksi Ombak 6 Meter Hari Ini

28 April 2022

BMKG Masih Pantau Bibit Siklon dan Prediksi Ombak 6 Meter Hari Ini

BMKG masih memantau keberadaan bibit Siklon Tropis 98S di Samudera Hindia sebelah selatan Jawa Barat.


Mencoba Hotline Titip Rumah ke Polisi Saat Ditinggal Mudik, Begini Ketentuannya

27 April 2022

Mencoba Hotline Titip Rumah ke Polisi Saat Ditinggal Mudik, Begini Ketentuannya

Polsek Cilandak membuka layanan "Titip Rumah" bagi warga yang akan melakukan perjalanan mudik lebaran 2022. Begini caranya.