Sterilisasi Masker N95 Ternyata Bisa Gunakan Penanak Nasi, Mau Tahu Caranya?

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Supermodel Bella Hadid tampak mengenakan masker N95 saat berada di pesawat. Foto yang diunggah ke akun Instagramnya pada 24 Februari tersebut menunjukkan cara adik dari Gigi Hadid itu untuk tetap aman di tengah penyebaran virus Corona. instagram.com/bellahadid

    Supermodel Bella Hadid tampak mengenakan masker N95 saat berada di pesawat. Foto yang diunggah ke akun Instagramnya pada 24 Februari tersebut menunjukkan cara adik dari Gigi Hadid itu untuk tetap aman di tengah penyebaran virus Corona. instagram.com/bellahadid

    TEMPO.CO, Jakarta - Studi dari University of Illinois, Urbana-Champaign, Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa masker N95 dapat didekontaminasi dengan menempatkannya dalam penanak nasi selama 50 menit. Dekontaminasi merupakan proses sterilisasi untuk menghilangkan zat pencemar seperti mikroorganisme atau bahan berbahaya, termasuk virus corona Covid-19. 

    Menurut para ahli kesehatan, masker N95 dianggap sebagai standar paling ideal peralatan pribadi dalam hal perlindungan dari partikel dan polusi di udara. Masker itu, ketika ditempatkan dalam panas di kompor listrik, mempertahankan kemampuan filtrasi dan kesesuaiannya serta dibersihkan luar dan dalam. Itu seperti hasil penelitian yang dipublikasikan melalui jurnal Environmental Science and Technology Letters.

    Penemuan menunjukkan bahwa hal ini memungkinkan pemakainya untuk menggunakan kembali masker dengan aman, ketimbang sekali pakai. "Pandemi seperti Covid-19 bisa menyebabkan habisnya pasokan respirator di seluruh dunia secara tiba-tiba, memaksa penyedia layanan kesehatan untuk menggunakannya kembali," bunyi hasil penelitian itu.

    Baca juga:
    Simak iMASC, Masker N95 yang Bisa Dipakai Ulang ala MIT

    Para peneliti menemukan bahwa ketika masker ditempatkan melalui satu siklus dalam penanak nasi yang dipertahankan pada suhu sekitar 212 derajat Fahrenheit (100 derajat Celcius) selama 50 menit, masker N95 akan terdekontaminasi luar dan dalam, dari empat kelas virus yang berbeda, termasuk virus corona. Para peneliti menyatakan bahwa itu lebih efektif daripada sinar ultraviolet melawan virus, serta mencatat penyaringan dan kesesuaian masker tetap utuh.

    Vishal Verma, profesor teknik sipil dan lingkungan yang juga salah satu penulis studi itu mengatakan, penelitian dilakukan melibatkan sebuah ruang di laboratorium pengujian aerosol yang secara khusus melihat filtrasi respirator N95 dan mengukur partikel yang melewatinya.

    "Respirator mempertahankan kapasitas filtrasinya lebih dari 95 persen dan tetap fit," katanya seperti dikutip Fox News, Kamis, 13 Agustus 2020. Dia menambahkan, "Bisa  tetap terpasang dengan benar di wajah pemakainya, bahkan setelah 20 siklus dekontaminasi di dalam kompor listrik." 

    Para peneliti memperingatkan bahwa tidak boleh ada air yang ditambahkan ke dalam kompor, dan panasnya pastikan panas yang kering. Mereka menginstruksikan menempatkan handuk kecil untuk menutupi bagian bawah kompor agar masker N95 terhindar dari sentuhan langsung dengan elemen pemanas.

    Baca juga:
    Cerita 'Comes Back' Penemu Masker N95 Gara-gara Corona

    Para peneliti itu juga mencatat bahwa beberapa masker dapat ditumpuk sekaligus dalam kompor pada saat bersamaan. Berdasarkan hasil ini, dekontaminasi panas kering yang dihasilkan oleh penanak listrik (misalnya penanak nasi, panci dan oven Instan) bisa menjadi metode dekontaminasi efektif dan mudah diakses untuk penggunaan ulang masker N95 yang aman.

    "Kami menyarankan pengguna mengukur suhu selama dekontaminasi untuk memastikan suhu respirator dapat dipertahankan pada 100 derajat Celcius selama 50 menit," tertulis di hasil penelitian.

    Metode kompor listrik bisa berguna untuk petugas medis dan responden pertama, terutama di klinik yang lebih kecil atau rumah sakit yang tidak memiliki akses ke peralatan sanitasi panas skala besar.

    FOX NEWS | ENVIRONMENTAL SCIENCE AND TECHNOLOGY LETTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Tetapkan Aturan Baru Perihal Kampanye Pilkada Serentak 2020

    Pilkada Serentak 2020 tetap dilaksanakan pada 9 September pada tahun yang sama. Untuk menghadapi Covid-19, KPU tetapkan aturan terkait kampanye.