BMKG Klarifikasi Soal Gempa Berpusat di Rumah Warga Sukabumi

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gempa. freepik.com

    Ilustrasi gempa. freepik.com

    TEMPO.CO, Bandung - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bermagnitudo 2,3 di daerah Sukabumi, Jawa Barat, Minggu 20 September 2020, pukul 12.48 WIB. Sumber gempa yang berada di darat disebut oleh sebuah sumber informasi lain berada di salah satu rumah warga di daerah itu.

    Sumber gempa atau episenter, menurut BMKG, berada pada koordinat 6,93 LS dan 106,91 BT. Lokasinya berjarak sekitar dua kilometer arah barat daya Kota Sukabumi, dengan kedalaman 17 kilometer.

    Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Tony Agus Wijaya, mengatakan gempa itu terlalu lemah sehingga tidak dirasakan maupun berdampak di permukaan. “Gempa ini tidak signifikan, tidak ada yang aneh atau menarik,” katanya saat dihubungi, Minggu.

    Tony diminta tanggapannya setelah pengelola akun Info Gempa Dunia di media sosial Facebook menambahkan keterangan atas informasi peristiwa gempa dan peta lokasinya itu dengan pertanyaan: di rumah siapa itu?

    Akun itu lalu melampirkan overlay lokasi sumber gempa itu dengan peta permukaan hasil citra udara atau satelit. Tampaklah lokasi episenter dan hiposenter berimpitan dengan lokasi permukiman. 

    “Pusat gempa di salah satu rumah warga di Sukakarya, Warudoyong, Sukabumi. Untung hanya gempa kecil,” tulis akun itu.

    Tony menegaskan, pusat gempa berada di bawah permukaan tanah--bukan dari sebuah rumah. Dia tak bisa menjelaskan lebih detail karena BMKG memang tidak membuat analisis lengkap untuk gempa-gempa yang kecil dan dianggap tak signifikan.

    Yang jelas, Tony menambahkan, di sekitar Sukabumi ada Sesar Cimandiri yang memiliki beberapa bagian atau segmen. "Setiap gempa perlu kajian tentang sumber gempanya," katanya sambil menambahkan, "Tapi karena gempa ini kecil dan tidak signifikan, jadi tidak ada dampak apapun.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uang Djoko Tjandra untuk Gaya Hidup Jaksa Pinangki

    Tersangka kasus suap Jaksa Pinangki Sirna Malasari diduga menerima uang banyak untuk mengurus fatwa bebas Djoko Tjandra