3 Langkah RSHS Bandung Hadapi Lonjakan Pasien Covid-19

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis menggunakan pakaian pelindung saat mengontrol ruangan khusus untuk wabah Virus Corona di Ruangan Isolasi Infeksi Khusus Kemuning Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin (RSHS), di Bandung, Jawa Barat, Jumat, 24 Januari 2020. RSHS menyiapkan ruangan inap khusus dengan lima tempat tidur serta Tim Dokter dan petugas medis khusus yang siap siaga jika ada pasien suspek atau terinfeksi Virus Corona. ANTARA

    Petugas medis menggunakan pakaian pelindung saat mengontrol ruangan khusus untuk wabah Virus Corona di Ruangan Isolasi Infeksi Khusus Kemuning Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin (RSHS), di Bandung, Jawa Barat, Jumat, 24 Januari 2020. RSHS menyiapkan ruangan inap khusus dengan lima tempat tidur serta Tim Dokter dan petugas medis khusus yang siap siaga jika ada pasien suspek atau terinfeksi Virus Corona. ANTARA

    TEMPO.CO, Bandung - Ruang perawatan khusus bagi pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin atau RSHS Bandung saat ini terisi 80-an persen. Dari 119 tempat tidur, 97 diantaranya dipakai untuk merawat pasien Covid-19 kategori sedang hingga berat.

    “Kami berharap tidak banyak pasien yang datang,” kata Muhammad Kamaruzzaman, Direktur Perencanaan, Organisasi dan Umum RSHS Bandung, Kamis 19 November 2020.

    Bila lonjakan pasien terus terjadi, pihak rumah sakit merencanakan tiga langkah strategi.  Pertama, kata Kamaruzzaman, RSHS Bandung akan memodifikasi ruangan di Gedung Kemuning.

    Selama masa pandemi, bangunan berlantai lima itu secara total dikhususkan sebagai tempat rawat inap pasien Covid-19. “Ruangan untuk pasien yang sudah sembuh akan jadi kamar perawatan,” ujarnya.

    Langkah kedua, menyiapkan sarana dan prasarana untuk mengoptimalkan kamar rawat pasien Covid-19, termasuk kelengkapan alat medisnya. Upaya ketiga, memodifikasi kamar isolasi menjadi ruang high care unit di lantai 1 dan 2.

    “Saat ini hanya ada satu high care unit di lantai bawah, dari kapasitas 7 orang kini terisi 6 pasien,” kata Kamaruzzaman.

    Menurutnya, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan akan memberi alat Extracorporeal Membrane Oxygenation (ECMO) ke RSHS Bandung untuk meningkatkan layanan ke pasien Covid-19. Tapi fungsi alat itu bukan untuk menggantikan fungsi pernapasan pasien.

    “Mengganti fungsi paru-paru, alat ini lebih tinggi daripada fungsi ventilator,” ujarnya. 

    Dalam sepekan terakhir, pasca libur panjang akhir Oktober lalu, jumlah pasien Covid-19 di RSHS Bandung melonjak. Kondisi semua kamar yang hampir penuh untuk pasien Covid-19 itu, kata Kamaruzzaman, baru kali ini terjadi di RSHS Bandung selama masa pandemi sejak Maret lalu.

    Baca juga:
    Pertama Kali, RSHS Bandung Temukan Pasien Dua Kali Positif Covid-19

    Situasi ini menyebabkan pengelola rumah sakit harus mengevaluasi ketersediaan kapasitas tempat tidur. “Kami harus tetap bisa melakukan proyeksi ke depan apabila terjadi peningkatan terus menerus, tapi sekarang masih kondisi mencukupi,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Aman Mengajar Saat Covid-19

    Administrasi sekolah harus siap-siap protokol kesehatan Covid-19 untuk melindungi staf pengajar mereka. Berikut tipsnya.