Sedikit Kampus di Yogya Mampu Kuliah Tatap Muka Tahun Depan, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mahasiswa di kampus. Shutterstock

    Ilustrasi mahasiswa di kampus. Shutterstock

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Sebagian besar kampus di Daerah Istimewa Yogyakarta diperkirakan masih akan menerapkan perkuliahan daring (dalam jaringan atau online) pada semester genap 2020/2021 atau mulai Januari 2021. Hanya sebagian kecil saja yang dianggap siap dan akan mencoba memulai kembali aktivitasnya secara normal.

    "Dugaan kami sebagian besar kampus di DIY akan menggunakan daring dan hybrid (campuran luar dan dalam jaringan)," kata Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta, Didi Achjari, saat dihubungi di Yogyakarta, Senin 14 Desember 2020.

    Baca juga:
    Sultan HB X Peringatkan Penularan Covid-19 Yogya Sudah Antar Tetangga

    Menurut Didi, meski sudah ada Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 6 Tahun 2020 yang memperbolehkan dimulainya perkuliahan tatap muka pada Semester Genap Tahun Akademik 2020/2021, kampus dipersilakan menerapkan pola perkuliahan sesuai kemampuan masing-masing. Dia menekankan, tidak ada kewajiban menerapkan konsep yang sama karena kemampuan dan kesiapan kampus berbeda-beda.

    Didi menerangkan, perkuliahan dengan tatap muka secara penuh di masa pandemi Covid-19 sekarang ini akan membutuhkan banyak tambahan ruangan. Ini untuk memenuhi syarat pembatasan kuota mahasiswa sesuai protokol kesehatan jaga jarak.

    "Perlu kita cermati bersama bahwa tidak semua kampus di DIY yang secara sarana dan prasarana siap menjalankan aturan yang digariskan Dirjen Dikti," kata dia.

    Oleh sebab itu, Didi memperkirakan untuk awal 2021, baru perguruan tinggi negeri (PTN) yang siap memulai perkuliahan tatap muka meski tetap dengan sejumlah catatan. Di antaranya memprioritaskan mahasiswa semester awal 2020 dan mahasiswa yang masa studinya hampir habis.

    "Sejauh yang kami tahu seperti Universitas Gadjah Mada (UGM) yang akan mencoba tatap muka dengan mengikuti arahan Dirjen Dikti," kata dia.

    Sebelumnya, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X berencana menjadikan kegiatan perkuliahan di kampus sebagai acuan untuk pembelajaran tatap muka di sekolah. "Kita lihat risikonya bagaimana. Kita lihat dulu beberapa kampus kan sudah masuk tatap muka," kata Sultan.

    Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengatakan apabila pembelajaran tatap muka di kampus berjalan dengan baik dan aman, kemungkinan akan diikuti pendidikan menengah di DIY. Meski demikian, Pemda DIY akan melihat untung rugi pembelajaran tatap muka dengan lebih dahulu mengevaluasi kesiapan masing-masing sekolah, perilaku anak, perilaku keluarga terhadap protokol kesehatan.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.