Legenda F-11 Tiger, Pesawat yang Menembak Jatuh Dirinya Sendiri

Reporter

Pesawat F-11 Tiger. sv.wikipedia.org

TEMPO.CO, Jakarta - Ini adalah satu di antara peristiwa janggal yang pernah terjadi pada sebuah pesawat tempur. Pada 1956, pabrikan pesawat Amerika Serikat, Grumman menguji fighter terbarunya, F-11 Tiger.

Terbang di atas wilayah perairan Long Island, New York, sang pilot terus bermanuver. Hingga saat dia dengan cepat menurunkan hidung pesawat itu sembari menyalakkan persenjataannya ke arah yang sudah dijadikan bidikan.

Baca juga:
Pesawat Tempur F-35 Amerika Jatuh karena Pilot dan Helmnya

Peluru menyembur cepat tepat ke arah sasaran tapi pesawat itu juga tiba-tiba ikut mengalami kerusakan. Sesuatu yang misterius terjadi pada bagian windshield dan berdampak fatal ke mesin.

Apa yang terjadi? Pilot pesawat itu ternyata telah menembak diri sendiri.
Pesawat F-11 Tiger, seperti pesawat Grumman lainnya, mendapat nama dari keluarga kucing. Cepat dan tangkas, F-11 Tiger adalah pesawat tempur supersonik kedua yang pernah dimiliki Angkatan Laut Amerika. Pesawat ini mampu melesat di udara dengan kecepatan 843 mil per jam (1,1 Mach).

Bagi Grumman, dia adalah yang pertama untuk pesawat supersonik. Itu sebabnya, pada saat itu, perusahaan dinilai masih minim pengalaman untuk konsekuensi dari penerbangan supersonik maupun kecepatan melampaui kecepatan suara.

Uji terbang yang berakhir dengan pesawat jatuh dan hancur itu terjadi pada 21 September 1956. Seperti dilaporkan DataGenetics, pilot uji Grumman menerbangkan F-11 Tiger ke wilayah perairan Long Island. Dia menukikkan hidung jet 20 derajat dan membidik sebuah spot kosong di lautan.

Seketika saja peluru menyembur dari empat meriam Colt Mk.12 20-millimeter ke arah yang dituju. Semenit kemudian, windshield-nya tiba-tiba saja berlubang dan mesin pesawat mulai mengeluarkan suara-suara aneh, dan mulai terbatuk-batuk seiring sang pilot berusaha memutar balik ke pangkalan Grumman di Long Island.

Si pilot menduga pesawat menabrak burung tapi invetigasi atas insiden kecelakaan itu mengungkap penyebab lain: dalam gerak cepat menukiknya, pilot sebenarnya menerbangkan pesawat ke arah luncur peluru 20-milimeter yang disemburkannya.

Karena gaya gesek udara saat ditembakkan, peluru mengalami deakselerasi saat ditembakkan. Sedang F-11 Tiger justru berakselerasi. Keduanya terjadi bersamaan di langit Long Island dengan konsekuensi yang fatal bagi pesawat.

Tiger mengalami rusak total dalam kecelakaan itu dan pilotnya terluka parah. Angkatan Laut Amerika akhirnya membatasi membeli hanya 200 pesawat itu dan juga memensiunkan lebih cepat.

Baca juga:
Ini Sebab Rafale 'Nekat' Ciptakan Dentuman yang Gegerkan Paris

Mereka digantikan jet-jet tempur dengan performa lebih baik seperti F-8 Crusader dan F-4 Phantom II. Sedang tim akrobatik udara AL AS, Blue Angels, menerbangkan F-11 Tiger sampai 1969.

POPULAR MECHANICS






Korps Marinir dan Angkatan Laut Amerika Serikat Latihan Bersama TNI AL

1 jam lalu

Korps Marinir dan Angkatan Laut Amerika Serikat Latihan Bersama TNI AL

Latihan bersama ini ditujukan agar masing-masing angkatan laut lebih mampu membela negara dan mempertahankan norma internasional.


KUHP Disahkan, Australia Keluarkan Travel Advice ke Indonesia

9 jam lalu

KUHP Disahkan, Australia Keluarkan Travel Advice ke Indonesia

Usai KUHP disahkan, Pemerintah Australia per hari ini mengeluarkan peringatan baru bagi perjalanan warganya (travel warning) ke Indonesia.


Profil Mark Chapman yang Menewaskan John Lennon 42 Tahun Silam

10 jam lalu

Profil Mark Chapman yang Menewaskan John Lennon 42 Tahun Silam

John Lennon tewas ditembak oleh penggemarnya sendiri, yang terjadi di New York, Amerika Serikat ketika Lennon bersama istrinya Yoko Ono pulang.


Hari Ini Pada Tahun 1980 Mark Chapman Menembak 5 Kali John Lennon, Kronologinya?

12 jam lalu

Hari Ini Pada Tahun 1980 Mark Chapman Menembak 5 Kali John Lennon, Kronologinya?

Orang yang bertanggung jawab atas kematian John Lennon adalah Mark Chapman, salah satu fans yang baru saja mendapat tanda tangan sang mega bintang.


Kunjungan Xi Jinping ke Arab Saudi Bikin AS Panas, Disebut Tak Kondusif

14 jam lalu

Kunjungan Xi Jinping ke Arab Saudi Bikin AS Panas, Disebut Tak Kondusif

Xi Jinping telah mendarat di Arab Saudi kemarin. Kunjungan ini membuat Amerika Serikat gerah.


China Cabut Pembatasan Covid, Warga: Saatnya Hidup Normal dan Kembali ke Dunia

21 jam lalu

China Cabut Pembatasan Covid, Warga: Saatnya Hidup Normal dan Kembali ke Dunia

Keputusan Pemerintah China melonggarkan pembatasan Covid-19 pada Rabu disambut antusias oleh warga. Disney Shanghai dibuka hari ini.


AS Diam-diam Modifikasi Roket HIMARS, Cegah Ukraina Serang Rusia

1 hari lalu

AS Diam-diam Modifikasi Roket HIMARS, Cegah Ukraina Serang Rusia

Amerika Serikat telah memodifikasi roket HIMARS yang dikirimkan ke Ukraina agar tak menyerang Rusia.


Di DK PBB, Amerika Serikat dan Rusia Saling Tuding Ogah Dialog soal Ukraina

1 hari lalu

Di DK PBB, Amerika Serikat dan Rusia Saling Tuding Ogah Dialog soal Ukraina

Amerika Serikat dan Rusia saling menuduh tidak tertarik pada dialog damai Ukraina saat di forum PBB.


Perusahaan Donald Trump Terbukti Gelapkan Pajak, Didenda Rp24 M

1 hari lalu

Perusahaan Donald Trump Terbukti Gelapkan Pajak, Didenda Rp24 M

Perusahaan real estat milik Donald Trump divonis bersalah karena melakukan skema kriminal selama 15 tahun untuk menipu otoritas pajak.


Gugatan Terhadap MbS dalam Kasus Khashoggi Ditolak Pengadilan AS

1 hari lalu

Gugatan Terhadap MbS dalam Kasus Khashoggi Ditolak Pengadilan AS

Pengadilan AS menolak gugatan terhadap MbS dalam kasus dugaan pembunuhan jurnalis Khashoggi karena Biden memberikan kekebalalan padanya.