Di Amerika, Foto Kartu Vaksinasi Covid-19 Diminta Tak Diunggah di Medsos

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang tenaga kesehatan memperlihatkan kartu vaksinasi COVID-19 usai mengikuti vaksinasi tahap pertama di Puskesmas Mejayan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Jumat 29 Januari 2021. Kabupaten Kabupaten Madiun menerima sebanyak 2.340 dosis vaksin COVID-19 tahap pertama untuk tenaga kesehatan guna pencegahan penularan COVID-19. ANTARA FOTO/Siswowidodo

    Seorang tenaga kesehatan memperlihatkan kartu vaksinasi COVID-19 usai mengikuti vaksinasi tahap pertama di Puskesmas Mejayan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Jumat 29 Januari 2021. Kabupaten Kabupaten Madiun menerima sebanyak 2.340 dosis vaksin COVID-19 tahap pertama untuk tenaga kesehatan guna pencegahan penularan COVID-19. ANTARA FOTO/Siswowidodo

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat meminta warga tak merayakan vaksinasi dua kali suntikan vaksin Covid-19 yang telah diterima dengan cara yang keliru di media sosial. Imbauan itu disampaikan komisi tersebut di blog resminya Jumat waktu setempat, 5 Februari 2021.

    Merayakan dengan keliru yang dimaksudnya adalah mengunggah foto kartu vaksinasi lengkap yang sudah dijalani di media sosial, apakah itu di Instagram, Facebook, dan lainnya. Kartu itu berisi berisi informasi, di antaranya, nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, lokasi dan tanggal mendapatkan vaksin.

    Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat menyebutkan kalau beberapa warga merayakan vaksinasi Covid-19 suntikan atau dosis kedua dengan antusiasme besar seperti halnya saat menikah, kelahiran bayi, dan momen besar lainnya dalam kehidupan. Mereka kemudian mengunggah foto kartu vaksinasi lengkap itu ke media sosial.

    "Tolong--jangan lakukan itu! Kalian bisa mengundang pencurian identitas," bunyi seruan Komisi itu. Menurutnya, data pada kartu mungkin akan dimanfaatkan dan disalahgunakan orang lain.

    Bukan hanya soal pemalsuan data vaksinasi lengkap, tapi data yang terlihat mungkin untuk dikembangkan untuk kejahatan pencurian data pribadi lainnya. Satu modusnya mungkin dialami seseorang yang telah menerima dosis suntikan vaksin pertama dan berpikir harus membayar untuk dosis yang kedua. Dari sana, informasi atau data kartu kredit bisa didapat.

    Perihal pemalsuan data vaksinasi lengkap juga diungkapkan lewat modus merekayasa foto kartu dengan mengganti data foto dan nama. Kartu palsu lalu dijual atau ditawarkan kepada orang lain. Modus ini disebutkan diduga telah terjadi di Inggris.

    Baca juga:
    100 Ribu Tenaga Kesehatan Batal Vaksinasi Covid-19 Sebab ...

    "Jadi, ingin berbagi kabar tentang vaksinasi yang sudah dijalani? Bagaimana jika satu foto plester yang masih menempel di lengan? Kamu bisa sekalian pamerkan tato kalau ada," bunyi imbauan Komisi Perdagangan AS.

    FTC | THE VERGE


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.