Klaster Covid-19 Takziah Membesar, Sultan HB X Soroti Aksi Kucing-kucingan Warga

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Pengamanan dan Penegakan Hukum Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DI Yogyakarta berpatroli di hari pertama Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan masyarakat atau PPKM pada Senin, 11 Januari 2021. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Petugas Pengamanan dan Penegakan Hukum Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DI Yogyakarta berpatroli di hari pertama Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan masyarakat atau PPKM pada Senin, 11 Januari 2021. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menyoroti ledakan klaster takziah di Kabupaten Sleman yang belakangan menyebabkan puluhan warga terpapar Covid-19 dalam satu momentum nyaris bersamaan.

    Baca:
    44 Warga di Sleman Terpapar Covid-19 Usai Hadiri Takziah 

    "Saya minta Pemerintah Kabupaten Sleman makin ketat dalam pengawasan mobilitas masyarakat," ujar Sultan HB X, Selasa, 30 Maret 2021.

    Kasus warga terpapar massal di Sleman awalnya ditemukan di Blekik, Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, yang bermula ketika warga dusun itu berbondong-bondong melayat tetangganya yang meninggal dunia pada 15 Maret 2021 lalu. Dari kasus ini 44 orang terpapar.

    Lalu pada Selasa ini terungkap lagi satu klaster takziah di Plalangan, Desa Pandowoharjo, Kecamatan Sleman. Dari kasus ini total ada 36 orang positif Covid-19, di mana tiga orang dirawat di rumah sakit dan satu orang telah meninggal dunia pada 25 Maret lalu.

    Sultan menyoroti ledakan dua klaster takziah di Sleman itu yang ironisnya terjadi di masa Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

    Sultan mengakui tak mudah mengendalikan mobilitas masyarakat agar tak berkerumun di masa pandemi yang telah berlangsung setahun lebih ini.

    "Namun masyarakat kadang juga sering seenaknya sendiri. Semestinya tidak ada perkawinan, tapi ada perkawinan ming didelekke (sembunyi-sembunyi), padahal yang rugi masyarakat sendiri," kata Sultan.

    Atas ledakan kasus takziah itu, Sultan benar-benar meminta Pemerintah Kabupaten Sleman lebih mengetatkan mobilitas masyarakat. "Agar tidak seenaknya sendiri, disiplin harus diterapkan," kata Sultan.

    Tak hanya Pemerintah Kabupaten Sleman, Sultan meminta seluruh kepala daerah di DIY melakukan hal serupa. Sultan meminta pemerintah dan warga tidak lengah dalam pengawasan mobilitas karena akhir Maret ini tren kasus baru di Yogya kembali naik berdasar catatan Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

    Juru bicara Pemda DIY untuk Penangan Covid-19, Berty Murtiningsih, mengatakan pada 30 Maret ini tambahan kasus baru Covid-19 di DIY kembali mendekati angka 300 kasus dalam sehari. Padahal awal- pertengahan Maret lalu sudah bisa ditekan rata rata di bawah 200 kasus per hari.

    "Hari ini, 30 Maret 2021, penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 di DIY sebanyak 283 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 33.200 kasus," kata Berty. Sedang jumlah kasus sembuh totalnya 27.275 kasus dan meninggal dunia 805 kasus.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.