Helikopter Mars Milik NASA Akan Jalani Terbang Perdana

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tanda tapak roda tertinggal di tanah Kawah Jezero di Mars, saat penjelajah Mars NASA, Perseverance berkendara di permukaan Mars untuk pertama kalinya, pada gambar yang dipasok pada 4 Maret 2021. NASA / JPL-Caltech / Handout melalui REUTERS

    Tanda tapak roda tertinggal di tanah Kawah Jezero di Mars, saat penjelajah Mars NASA, Perseverance berkendara di permukaan Mars untuk pertama kalinya, pada gambar yang dipasok pada 4 Maret 2021. NASA / JPL-Caltech / Handout melalui REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta -Helikopter Ingenuity Mars milik badan antariksa Amerika Serikat NASA akan melakukan penerbangan perdananya di Planet Merah pada Minggu, 11 April 2021.

    Baca:
    Desain Istana Negara Ibu Kota Baru, Guru Besar ITB: Kurang Pas

    Helikopter itu dijadwalkan lepas landas menjelang tengah malam pada 11 April. Ini akan jadi penerbangan pertama yang digerakkan dan dikendalikan di planet lain, menurut NASA.

    Jika semuanya berjalan sesuai rencana, pesawat rotor seberat 1,8 kilogram itu dijadwalkan lepas landas dari Kawah Jezero pada Minggu pukul 12.30 waktu lokal Mars atau Senin (12/4) pukul 09.54 WIB, dan terbang tiga meter di atas permukaan planet itu hingga 30 detik.

    Spesialis pengendali misi di Laboratorium Propulsi Jet NASA di Southern California memperkirakan akan menerima data pertama dari upaya penerbangan perdana itu keesokan paginya sekitar pukul 04.15 EDT atau Selasa (13/4) pukul 15.15 WIB.

    "Meski Ingenuity tidak membawa instrumen sains, helikopter kecil itu sudah membuat kehadirannya terasa di seluruh dunia, dengan para pemimpin masa depan mengikuti kemajuan helikopter itu sampai akhirnya melakukan penerbangan perdana yang belum pernah terjadi sebelumnya," tutur Thomas Zurbuchen, asisten administrasi ilmu pengetahuan di Kantor Pusat NASA.

    "Kami melakukan sejumlah demonstrasi teknologi semacam ini untuk memaksimalkan pengalaman kami dan memberikan sesuatu yang dapat dibangun oleh misi dan generasi selanjutnya. Seperti halnya Ingenuity yang terinspirasi oleh Wright bersaudara, para penjelajah masa depan akan melakukan eksplorasi menggunakan data dan inspirasi dari misi ini," imbuhnya.

    Terbang dengan kendali yang baik di Mars jauh lebih sulit dibandingkan melakukan penerbangan di Bumi. Meski gravitasi di Mars sekitar sepertiga gravitasi Bumi, helikopter itu harus terbang dengan bantuan atmosfer yang tekanan permukaannya hanya satu persen dari Bumi, menurut NASA.

    Jika berhasil, para teknisi akan memperoleh data penerbangan yang sangat berharga di Mars untuk dibandingkan dengan pemodelan, pensimulasian, dan pengujian yang dilakukan di Bumi.

    NASA juga akan memperoleh pengalaman langsung dalam hal pengoperasian pesawat rotor dari jarak jauh di Mars. Kumpulan data ini akan sangat berharga bagi misi potensial Mars di masa mendatang. Misi tersebut bisa jadi mengerahkan helikopter generasi selanjutnya yang bakal menambahkan dimensi udara ke dalam eksplorasi mereka, papar badan antariksa itu.

    Ingenuity tiba di Kawah Jezero di Mars pada 18 Februari, dengan menempel pada "perut" wahana penjelajah Perseverance NASA. Helikopter itu merupakan sebuah bentuk demonstrasi teknologi dengan rencana durasi uji terbang hingga 30 hari Mars.

    Wahana penjelajah NASA itu akan memberikan dukungan selama operasional penerbangan, mengabadikan gambar, mengumpulkan data lingkungan, dan menjadi hosting stasiun basis yang memungkinkan helikopter itu berkomunikasi dengan para pengendali misi di Bumi.

    XINHUA | ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.