Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Kapal Selam KRI Nanggala-402 dan Upaya Evakuasinya

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KRI Bontang 907 memantau posisi KRI Nanggala 402 yang tenggelam di perairan utara pulau Bali, Bali, Jumat, 30 April 2021. Kapal SKK Migas dan kapal angkatan laut Cina yang memiliki kemampuan mengangkat beban sedalam 1.000 meter akan dikerahkan untuk mengevakuasi kapal selam. ANTARA/Budi Candra Setya

    KRI Bontang 907 memantau posisi KRI Nanggala 402 yang tenggelam di perairan utara pulau Bali, Bali, Jumat, 30 April 2021. Kapal SKK Migas dan kapal angkatan laut Cina yang memiliki kemampuan mengangkat beban sedalam 1.000 meter akan dikerahkan untuk mengevakuasi kapal selam. ANTARA/Budi Candra Setya

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno Berita Hari Ini masih soal kapal selam KRI Nanggala-402. Diawali dari artikel berisi Top 3 Tekno Berita Kemarin, Senin 17 Mei 2021, yang berisi, antara lain, rencana Filipina membeli armada kapal selam. Sejumlah pertimbangan menyertai rencana itu, termasuk ancaman aktivitas kapal perang Cina dan nasib KRI Nanggala-402. 

    Artikel kedua soal kapal selam adalah berisi penuturan pakar kelautan dan angkatan laut dari universitas di Australia tentang kemungkinan pemicu KRI Nanggala-402 tenggelam di laut dalam utara Bali. Dia juga menilai upaya evakuasi yang saat ini dilakukan TNI melibatkan kapal riset Cina bisa jadi tak guna.

    Di antara dua artikel tentang kapal selam itu adalah berita hasil survei terhadap kasus Covid-19 pada anak di Amerika Serikat. Dari 12 ribu anak, ternyata, hanya 25 persen yang mengalami gejala klasik demam, batuk dan sesak napas. Itupun tak semua mengalami ketiganya sekaligus.

    Berikut Top 3 Tekno Berita Hari Ini selengkapnya,

    1. Top 3 Tekno Berita Kemarin: Filipina Singgung Cina dan Kapal Selam KRI Nanggala

    Top 3 Tekno Berita Kemarin, Senin 17 Mei 2021, diawali dari berita Fiipina yang berencana membeli kapal selam serang untuk memperkuat pertahanannya di laut dalam. Rencana terus didorong meski dibayangi tragedi KRI Nanggala-402 di Indonesia. Alasannya, ancaman aktivitas armada Angkatan Laut Cina.

    Berita kedua masih tentang KRI Nanggala-402. Bedanya, artikel berasal dari penjelasan pakar kelautan Universitas Padjadjaran yang menyebut lokasi tenggelamnya kapal selam dan 53 awaknya itu berada di zona lereng benua, perbatasan antara paparan Sunda dan Sahul.

    Berita yang ketiga berbeda. Isinya, hasil percobaan pada tikus yang dilakukan ilmuwan di Jerman yang menunjukkan kalau bahan pengawet vaksin Covid-19 AstraZeneca mampu memicu reaksi berlebihan yang jarang terjadi pada sistem kekebalan tubuh. Reaksi itu yang kemudian menyebabkan pembekuan darah, seperti yang diduga terjadi pada sebagian kecil penerima vaksin itu di sejumlah negara.

    2. Di Amerika, 75 Persen Anak Positif Covid-19 Tak Demam-Batuk-Sesak Napas

    Hasil studi di Amerika Serikat menunjukkan bahwa mayoritas anak yang terinfeksi virus corona Covid-19 tidak menunjukkan gejala khas penyakit tersebut seperti demam, batuk, atau sesak napas. Peneliti mengamati lebih dari 12.306 anak 672 di antaranya, atau 5,5 persen, harus mendapat perawatan di rumah sakit.

    Rentang usia anak dalam studi tersebut 0 hingga 18 tahun. Mereka diperiksa oleh dokter di 33 organisasi perawatan kesehatan di seluruh Amerika Serikat.

    Hasilnya, prevalensi Covid-19 pada anak-anak, sebanyak hampir 75 persen tidak memiliki gejala klasik. Sisanya, sebanyak 25,1 persen anak, memiliki setidaknya satu di antara gejala demam, batuk dan sesak napas itu. 

    3. Pakar Kelautan Ungkap Cara Lain Telisik Sebab KRI Nanggala-402 Tenggelam

    Hingga rapat kerja di DPR RI pada 6 Mei 2021, TNI menyatakan upaya untuk evakuasi badan kapal selam KRI Nanggala-402 masih terus berjalan. Di lokasi KRI Nanggala tenggelam di laut utara Bali pada saat itu disebutkan sudah ada tiga kapal asing dari Cina.

    "Untuk pendeteksian untuk selanjutnya salvage atau evakuasi," kata Kepala Staf TNI AL Laksamana Yudo Margono dalam rapat itu seperti yang videonya bisa disaksikan di media sosial.

    Berdasarkan spesifikasi yang disebutkan, satu di antara tiga kapal dari Cina itu (Tansuo-2) memiliki robot berawak yang mampu menyelam hingga kedalaman 10 ribu meter. Kapal itu akan melanjutkan pekerjaan Kapal Swift Rescue dari Singapura, Mega Bakti dari Malaysia, dua kapal perang dengan sonar Australia serta satu pesawat Poseidon milik Amerika Serikat yang telah membantu menemukan lokasi tenggelam KRI Nanggala-402 tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.